Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Ratusan pelaku usaha pariwisata di Tulungagung di-Rapid Diagnostic Test (RDT). RDT dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya kluster baru penyebaran covid-19, pascalibur panjang peringatan Maulid Nabi beberapa waktu lalu.

Wakil Jubir GTTP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan hingga saat ini sudah ada 200 pelaku wisata yang menjalani RDT. Mereka adalah pengelola wisata Kelompok Sadar WIsata (Pokdarwis), pedagang serta penyewa hiburan wisata. "Sampai saat ini sudah 200 an. Mereka yakni pengelola wisata, pedagang serta penyewa hiburan wisata," jelasnya.

Baca Juga : Tak Ingin Kecolongan Lagi, 40 Pegawai Disporapar Jalani Rapid Test

Ratusan orang itu berasal dari 3 lokasi wisata yang dianggap paling berpotensi sebagai penyebaran covid-19. Ketiga tempat itu adalah pantai Gemah, Pantai Bayem dan Pantai Klathak. Ketiganya dilipih lantaran jumlah pengunjungnya mencapai belasan ribu tiap akhir pekan. "Ketiga tempat wisata ini memiliki kunjungan terbanyak waktu cuti bersama lalu. Makanya,  kita uji RDT," tegasnya.

Disinggung hasil RDT yang telah dilakukan, Galih menjelaskan masih nihil. Namun pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap pelaku wisata di tiga lokasi tersebut, hingga puncak masa inkubasi yang diperkirakan terjadi pada Rabu (11/11/20).

"Yang kita Testing ini sudah kami beri sosialisasi. Jikalau pada hari-hari ini mereka punya gejala seperti Covid-19 untuk segera memeriksakan diri ke faskes terdekat. Nantinya mereka akan langsung dilakukan tes usap atau Swab guna memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak," terangnya.

Galih juga menjelaskan hingga saat ini belum ada tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 dari orang yang melakukan kunjungan wisata/berlibur. Rerata tambahan kasus merupakan pelaku perjalanan daerah terkonfirmasi (PPDT) dan klaster keluarga.

Baca Juga : Terapkan Protokol Kesehatan, Puluhan Tenaga Kesehatan Ikuti BTCLS

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau bagi masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 sebaiknya untuk cek kesehatan. 

Selain itu, juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak satu dengan lainnya. Mengingat, hingga saat ini kasus terkonfirmasi terus bertambah di Tulungagung. Meski diimbangi angka kesembuhan yang tinggi mencapai 93 persen. "Memang angka penularan kita rendah. Yakni di angka sekitar 1. Tapi tetap waspada. Karena Covid-19 belum mereda," tandasnya.