Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Fir'aun menjadi salah satu raja dengan sifat keras kepala yang selalu mengingkari kebesaran Allah SWT. Meski dihadapkan dengan banyak kebesaran Allah SWT, Fir'aun tetap mengingkari itu dan menganggap dirinya sendiri sebagai Tuhan. Hingga pada akhirnya, dia pun ditenggelamkan oleh Allah SWT sebagai pelajaran bagi umat muslim.

Sebelum ditenggelamkan, berbagai kitab menyebutkan jika Fir'aun telah diperingatkan melalui banyak hal oleh Nabi Musa AS. Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian yang diunggah channel YouTube Hidayah Indonesia menyampaikan, selama 10 tahun lamanya, Nabi Musa AS berdakwah kepada Fir'aun. 

Baca Juga : Sering Dijadikan Bahan Karikatur, Ini Ciri Fisik Rasul Menurut Gus Baha

Nabi Musa mengajak Fir'aun beriman kepada Allah SWT dan tetap dengan kerajaannya. Namun Fir'aun tetap menolak dengan segala kesombongannya.

Di akhir hidup Fir'aun ketika akan meninggal ada tiga tanda-tanda besar dari Allah SWT. Salah satunya adalah ketika Fir'aun melihat Nabi Musa berdakwah dan selalu bertambah jumlah muslim setiap harinya. Maka Fir'aun menyebut Nabi Musa sebagai seorang penyihir. Karena mukjizat Nabi Musa yang bisa merubah tongkat sebagai ular juga tangan yang mengeluarkan cahaya disebut Fir'aun sebagai sebuah sihir.

Fir'aun kemudian berkata, “Sebagai bukti sihir, saya akan tantang kamu dengan penyihir-penyihir saya.”

"Kalau itu yang engkau putuskan, maka silahkan," jawab Nabi Musa.

Maka semua penyihir di wilayah Fir'aun diundang untuk melawan Nabi Musa dan boleh meminta imbalan dalam bentuk apapun yang mereka inginkan jika bisa mengalahkan Nabi Musa. Dalam beberapa riwayat disebutkan jika ada yang mengatakan seribu penyihir, ada yang menyebut 10 ribu penyihir datang.

Fir'aun pun bertanya kepada Nabi Musa mengenai kapan hari yang tepat untuk melakukan pertandingan. Nabi Musa kemudian memilih hari zina, yaitu hari di mana Fir'aun mengeluarkan singgasananya di luar istananya dan orang-orang menyembah dia. Mereka kemudian diberikan banyak hal dan menganggap Fir'aun sebagai raja.

"Hari Zina wahai Fir'aun," jawab Nabi Musa.

Baca Juga : Peringati Maulid Nabi, Kiai Lik Ingatkan Menjaga Candi

Singkat cerita, ribuan orang pun datang untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Kemudian mereka melawan Musa dan Harun. Fir'aun meminta para penyihir tersebut membunuh Musa dan Harun.

Maka ribuan penyihir tersebut mengeluarkan banyak ilmunya untuk menakut-nakuti orang. Hal itu untuk menguasai keadaan dan menakuti seseorang agar setan bisa bekerja. Maka para penyihir itu merubah tali dan dilemparkan untuk dijadikan ular dan bergerak. Maka puluhan ribu orang yang meyaksikan bersorak dan Fir'aun merasa sombong.

Disebutkan jika Musa sempat merasa sedikit keraguan. Lalu datang Malaikat Jibril dan berkata, “Jangan kau takut, kau pasti menang. Lempar yang ditangan kananmu (tongkat), maka pasti akan membatalkan semua perilaku mereka. Karena apa yang mereka lakukan adalah perilaku sihir dan sihir tidak akan pernah bisa menang dari arah manapun dengan ayat Allah SWT.”

Maka Nabi Musa masuk dan melempar tongkatnya, dan berubah menjadi ular yang sangat besar. Melihat itu, seluruh penyihir tersebut sujud dan menyatakan beriman kepada Allah SWT. Karena mereka tahu jika ular yang mereka sihir tidak bisa menyerang. Sementara ular yang dilemparkan Nabi Musa telah memakan seluruh ular kecil milik para penyihir tersebut.

"Kami beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun," kata para penyihir tersebut.  Namun kejadian luar biasa itu tetap tidak menjadikan Fir'aun beriman kepada Allah SWT.