Pembelajaran Luring di salah satu SMA di Tulungagung dengan protokol kesehatan (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Pembelajaran Luring di salah satu SMA di Tulungagung dengan protokol kesehatan (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Pembelajaran dalam jaringan (daring) untuk jenjang SD dan SMP agaknya bakal lebih lama lagi diterapkan di Tulungagung. Pasalnya, meski kini sudah menjadi zona kuning penyebaran covid-19, Pemkab Tulungagung masih belum mengambil kebijakan untuk pembelajaran tatap muka atau luar jaringan (luring) untuk tingkat SD dan SMP.

Padahal pemerintah sudah mengizinkan untuk daerah zona kuning untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga : Lumajang Selalu Diperhitungkan Dalam Lomba Sains Pelajar Nasional

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menuturkan tak ingin ambil resiko adanya kluster baru dari pembelajaran tatap muka SD dan SMP. "Belum ada perubahan. Masih tingkat SMA/SMK yang diperbolehkan tatap muka di kelas/sekolah. Itupun harus memenuhi syarat. Salah satunya terkait penerapan protokol kesehatan (prokes)," katanya.

Beberapa kecamatan di Tulungagung sendiri sudah berangsur menjadi zona hijau. Hal itu berarti menurunnya ratio penularan di kecamatan tersebut, dan tidak ada kasus baru selama 2 minggu berturut-turut.

Enam kecamatan itu antara lain Kecamatan Pagerwojo, Karangrejo, Sumbergempol, Besuki, Pucanglaban dan Kecamatan Tanggunggunung.  "Sementara daring ya (untuk SD dan SMP). Dan ini kami masih menunggu petunjuk dari pusat," tegasnya.

Disinggung beberapa daerah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka, Maryoto tak mau latah mengambil kebijakan tersebut. Menurutnya, keselamatan siswa menjadi prioritas saat ini, mengingat jenjang SD dan SMP dianggap rentan tertular covid-19.

Pertimbangan lainnya, kasus Covid-19 di Tulungagung masih fluktuatif. Serta mobilitas warga yang cukup tinggi setelah adanya kebijakan relaksasi untuk pemulihan ekonomi. "Ya memang ada (kabupaten/kota) yang sudah menggelar tatap muka untuk SD dan SMP. Tapi beberapa sempat buka tutup karena muncul kasus. Kami tak mau seperti itu," tuturnya.

Lantas, ia mengimbau semua warga disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak satu dengan lainnya sebagai upaya menekan sebaran Covid-19 tidak meluas.  "Jika zero kasus dan amanlah, bisa dimungkinkan ada kebijakan baru dimana semua jenjang dapat menjalani pembelajaran tatap muka di kelas," tandasnya.  

Baca Juga : Dua Siswa SD di Lumajang Juarai Kompetisi Sains Nasional

Senada, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Haryo Dewanto Wicaksono mengungkapkan saat ini untuk jenjang SD dan SMP belum menerapkan pembelajaran tatap muka.

Selain rentan tertular covid-19, penerapan protokol kesehatan masih dianggap rendah. "Kalau bisa nunggu aman. Itu kapan, ya sesuai instruksi pak Bupati," singkatnya.

Meski demikian, di lapangan banyak guru yang menjalankan sistem pembelajaran luring. Hal ini karena munculnya masalah daring, seperti sulitnya sinyal internet atau karena tidak semua siswa punya hp yang mendukung pembelajaran. "Ya masih ada yang luring. Tapi kami minta perketat Social Distancing harus dijaga. Kemudian bermasker dan cuci tangan," imbaunya.