Bandarlate Hadirkan Kafe Unik Dekorasi Kapal, Nikmati Kopi di Tepi Aliran Sungai Brantas | Tulungagung TIMES

Bandarlate Hadirkan Kafe Unik Dekorasi Kapal, Nikmati Kopi di Tepi Aliran Sungai Brantas

Nov 02, 2020 09:58
Beberapa pengunjung menikmati suasana di Cafe Bandarlate di pinggir Sungai Brantas. (Eko arif s/Jatimtimes)
Beberapa pengunjung menikmati suasana di Cafe Bandarlate di pinggir Sungai Brantas. (Eko arif s/Jatimtimes)

Saat ini kopi menjadi komoditi bernilai jual tinggi. Kian hari kepopulerannya terus meningkat seiring dengan tumbuhnya jumlah generasi Y dan Z. 

Bisnis kopi kekinian semakin menjamur, banyak pebisnis yang berlomba-lomba mengambil peluang untuk meraup untung dalam bisnis ini. 

Baca Juga : Polwan Cantik dari Papua Ini Jatuh Cinta Sama Nasi Tempong

Berbagai macam sistem pemasaran dilakukan, mulai dari menjajakan kopi dengan harga murah, konsep kafe menarik, rasa kopi yang unik, hingga cara penyuguhan. Banyak kedai kopi yang bersaing saling unjuk diri demi memikat hati para penikmat kopi.

Seperti halnya di Kediri, ada sebuah tempat nongkrong yang unik menawarkan pemandangan menarik di pinggir Sungai Brantas. Tempat nongkrong tersebut yakni Cafe Bandarlate.

Cafe Bandarlate yang berlokasi di Jalan Sudanco Supriyadi No 2 Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini tepat berada di pinggir sungai Brantas dan mengusung konsep kafe berbentuk kapal. 

Kafe berbentuk kapal merupakan salah satu konsep kafe unik di Kediri. Ornamen Cafe Bandarlate sendiri dibuat mirip dengan kapal sungguhan. Cafe Bandarlate terdiri atas dua lantai, sebagian bahan bangunan yang digunakan adalah kayu. 

Setiawan selaku pengelola Cafe Bandarlate mengatakan, manajamen memang sengaja memberikan suasana berbeda dari kafe lain. Apalagi, para pengunjung saat ini mencari tempat nongkrong dengan tampilan yang unik

"Soft openingnya tanggal 24 Oktober kemarin , yang jelas dari manajemen kafe berbentuk kapal ini maunya supaya ada tempat representatif untuk tempat wisata sekaligus tempat nongkrong, baik itu keluarga maupun anak muda," kata Setiawan selaku pengelola cafe kepada Jatimtimes.

"Kita memang konsepnya outdoor karena di Kediri sendiri sangat minim tempat-tempat wisata atau tempat nongkrong yang tematik dan unik, kebanyakan di ruko, model minimalis cuman begitu-begitu saja. Tapi yang sifatnya outdoor kelihatannya juga belum banyak. Kita mengambil konsep bangunan kapal karena lokasi dekat Sungai Brantas dan jembatan," imbuhnya.

"Kita juga menyediakan spot untuk berfoto, karena tren sekarang selain menu makanan dan minuman, lokasi juga jadi pertimbangan tamu berkunjung," terang dia.

Selain unik, Cafe Bandarlate juga menjual aneka minuman dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu, dan untuk makanan sendiri mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 35 ribu.

Baca Juga : Mencicipi Mi Pak Min Langganan Pejabat dan Bupati Banyuwangi

 

Untuk menu yang tersedia, pihaknya juga menawarkan berbagai macam menu makanan dan minuman seperti, kopi susu belis, Crazy Burger dan lainya.

Untuk masuk ke Cafe Bandarlate, pengunjung harus membeli voucher terlebih dahulu seharga Rp 15 ribu dan bisa ditukarkan makanan.

Menurut Setiawan, Cafe Bandarlate mulai buka dan melayani pengunjung pukul 11.00 - 22.00 WIB, dengan tetap menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid-19. 

"Untuk jumlah pengunjung sendiri kita batasi maksimal 50 orang. Situasi pandemi saat ini kita sudah sesuai protokol kesehatan, para karyawan memakai masker dan sarung tangan. Kita juga menyediakan tempat cuci tangan yang banyak," imbuh pria 39 tahun ini.

Hingga selesai dan beroperasional, kata Setiawan Cafe Bandarlate membutuhkan pembangunan selama enam bulan dan targetnya sebenarnya  4 bulan. 

“Tapi molor karena pembangunan ini saya banyak melibatkan orang seni. Untuk tukang biasa sekitar empat orang dan pekerja seni sekitar tiga orang,” ujarnya.

"Tidak bisa dipungkiri persaingan cukup ketat, tapi kami yakin kalau pelayanannya berkesan dengan ramah pasti tamu datang lagi. Karena tempat kita juga unik, desain kapal bisa jadi modal ketertarikan pengunjung," tandas dia.

Topik
Berita Kediri

Berita Lainnya