Doa Orang Terzalimi, Mampu Membuat Malaikat Hancurkan Istana | Tulungagung TIMES

Doa Orang Terzalimi, Mampu Membuat Malaikat Hancurkan Istana

Nov 02, 2020 07:28
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Zalim merupakan sifat yang sangat tercela dalam ajaran Islam. Sehingga, Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umat muslim untuk senantiasa berlindung diri dari sifat zalim.

Allah SWT juga menyiapkan balasan yang mengerikan untuk orang-orang yang berbuat zalim. Bahkan, dalam sebuah riwayat dikisahkan Malaikat Jibril telah membalikkan istana mewah milik seorang raja yang zalim, dan mematikan semua orang yang ada di dalamnya.

Baca Juga : Keistimewaan Rasulullah SAW Ketika Dilahirkan, Kondisi Khitan Masih Diperdebatkan

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, kisah tersebut bermula ketika raja zalim tersebut membangun istana besar di sebelah gubuk wanita tua. Rumah wanita tua itu kemudian roboh. 

Saat perempuan tua itu melarikan diri ke luar rumah, dia melihat ada bangunan kokoh dan besar milik raja zalim di samping rumahnya.

Lalu wanita tua itu bertanya kepada orang-orang di sekitarnya tentang siapa yang merobohkan rumahnya tersebut, maka dijawab masyarakat jika yang merobohkan rumahnya adalah sang raja.

Maka perempuan tua itu kemudian berdoa kepada Allah SWT untuk meminta keadilan. Allah SWT kemudian memerintahkan Malaikat Jibril untuk membalik istana raja zalim tersebut, kemudian mematikan semua yang ada di dalamnya.

"Kisah tersebut terjadi saat Islam sudah disyiarkan," terang Ustadz Khalid.

Kisah lain datang dari perempuan tua lainnya. Ketika berhijrah dari Habasyah atau Ethiopia dan pulang ke Madinah, orang-orang menghadap kepada Rasulullah SAW. Peristiwa itu terjadi ketika pembebasan Kota Makkah dari kekufuran.

Baca Juga : Keistimewaan Rasulullah SAW Ketika Dilahirkan, Kondisi Khitan Masih Diperdebatkan

Saat bertemu dengan muslim yang berhijrah, Rasulullah SAW berkata, “Maukah kalian memberitahukan kepadaku sesuatu yang paling menakjubkan bagi kalian di Euthopia atau Habasyah?”

Beberapa pemuda kemudian menjawab, “Tentu ya Rasulullah SAW. Suatu ketika kami duduk-duduk di pinggir jalan, lalu tiba-tiba lewat seorang perempuan yang sangat tua di antara penduduk Habasyah yang membawa gentong air di atas kepalanya. Tiba-tiba perempuan tersebut bersenggolan atau lewat di sebelahnya anak laki-laki, dan tiba-tiba anak laki-laki tersebut memegang pundak si perempuan tersebut lalu mendorongnya. Sehingga perempuan itu jatuh berlutut dan pecah gentongnya. Sesudah bangkit, perempuan itu memandang si anak muda dan berkata 'wahai penghianat, kelak kamu akan menyadari ketika Allah SWT meletakkan kursinya nanti di hari kiamat dan mengumpulkan manusia untuk menghakimi mereka. Sejak awal dan akhir semua manusia akan didatangkan. Tangan-tangan dan kaki mereka akan berbicara, dan tidak ada satupun yang terzalimi, maka urusanku dan urusanmu akan selesai hari itu.”

Mendengar cerita itu, maka Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang diucapkan perempuan itu benar, bagaimana Allah SWT memberkahi suatu kaum yang tidak mau menolong orang yang kemah dari tindakan orang yang berbuat aniaya.”

Sahabat Rasulullah SAW, Abdullah bin Salam kemudian berkata, “Sesungguhnya tatkala Allah menciptakan makhluk dan mereka telah berdiri di atas kaki mereka, mereka mendongakkan kepala ke langit dan berkata 'Wahai Rabb, bersama siapakah engkau' lalu Allah SWT menjawab 'Bersama orang-orang yang dizalimi hingga hak mereka kembali kepada mereka masing-masing'.”

Topik
Kisah Rasulullah SAW

Berita Lainnya