Bawaslu ajak pegiat medsos sinergi awasi pelaksanaan Pilkasa Kabupaten Blitar
Bawaslu ajak pegiat medsos sinergi awasi pelaksanaan Pilkasa Kabupaten Blitar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar, menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dan mengajak pegiat media sosial (medsos) untuk mengawasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020. Sosialisasi digelar di salah satu hotel di Kota Blitar pada Rabu (28/10/2020). 

“Kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif ini bertujuan untuk mengawal pegiat medsos turut serta mengawasi jalannya Pilkada serentak 2020,” ungkap Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga (PHL) Bawaslu Kabupaten Blitar, Priya Hari Santosa. 

Baca Juga : Cegah Covid-19 di Masa Libur Panjang, Pjs Bupati Blitar Pimpin Patroli di Tempat Wisata

Dikatakannya, laporan masyarakat dan  informasi dari  media merupakan corong informasi yang juga sangat berperan mengawasi jalannya segala bentuk pelaksanaan tahapan pilkada. Bawaslu berharap, sinergitas dengan pegiat media sosial bisa meningkatkan kualitas pengawasan pilkada di Kabupaten Blitar. 

Priya menambahkan, tujuan pengawasan bisa lebih mudah tersampaikan melalui medsos. Imbauan yang dilakukan Bawaslu bisa lebih mengena melalui peran pegiat medsos. Beberapa imbauan tersebut, diantaranya soal  money politik dan membuat posko pengaduan.

“Kami berharap pengawasan pilkada bisa terbantu oleh pegiat medsos. Semisal imbauan-imbauan Bawaslu bisa tersampaikan melalui medsos mengingat kegiatan tatap muka dibatasi di tengah pandemi Covid-19. Jika tidak dibantu pegiat medsos, maka informasi kesulitan sampai di masyarakat,” tegasnya. 

Lebih dalam Priya menyampaikan, Bawaslu mengajak serta pegiat medsos untuk bersama-sama mengantisipasi pelanggaran kampanye agar pelaksanaan Pilkada Kabupaten Blitar berlangsung damai dan aman. 

Baca Juga : Pemkab Blitar Siapkan SOP Kegiatan Hajatan di Masa Pandemi

Salah satu unggahan di medsos yang harus diawasi adalah keterlibatan aparatur sipil Negara (ASN) yang berpotensi menyalahi aturan. 

“Dalam pilkada ASN harus netral. Sesuai dengan aturan yang ada, ASN dilarang mengunggah postingan mendukung atau menghadiri kampanye. ASN juga tidak diperbolehkan memberi like atau pun simbol yang mendukung salah satu pasangan,” pungkasnya.