Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono (2 dari kanan) saat mendengar penjelasan TAR dari Kasat Lantas Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno (Joko Pramono for jatim TIMES)
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono (2 dari kanan) saat mendengar penjelasan TAR dari Kasat Lantas Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno (Joko Pramono for jatim TIMES)

Kakorlantas Mabes Polri Irjenpol Istiono, memuji TAR (Traffic Attitude Record) milik Polres Tulungagung. Pasalnya, program TAR dianggap sebagai program yang sangat inovatif. 

Istiono berpendapat, program ini bisa menyaring orang yang ingin membuat SIM (surat izin mengemudi). Dengan TAR, riwayat lalu lintas pemohon SIM bisa dilihat, sehingga dijadikan pertimbangan untuk menerbitkan SIM atau tidak.

Baca Juga : Kembali Datangi DPRD Tulungagung, Mahasiswa Cari Ketua Dewan

“Nanti jika membuat SIM, sejarah (berlalu lintas, red) akan kelihatan. Perlu dikasih SIM atau tidak? Kalau tidak ya di black list,” kata Istiono, Rabu (28/10/2020) di Tulungagung.

Dirinya mencontohkan, jika seseorang pernah ditilang, maka datanya akan muncul saat dimasukan nomor kependudukanya. TAR juga terkoneksi dengan Dispendukcapil. 

Lantaran dianggap inovatif, TAR akan diadopsi oleh tingkatan di atasnya, dalam hal ini Polda Jatim dan akan diterapkan di seluruh Jatim. Jika dianggap berhasil diterapkan, bukan tidak mungkin TAR akan diadopsi di tingkat nasional. 

“Kalau bagus sekali, ini akan saya adopsi secara nasional,” tegas pria kelahiran Tulungagung, 57 tahun lalu itu.

Pihaknya juga telah memberikan penghargaan pada TAR saat di Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kasat lantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno, mengatakan, TAR merupakan program yang pertama kali di Jawa Timur dan nasional.

Baca Juga : Belok Mendadak, Scoopy Diterkam Kawasaki, Satu Nyawa Melayang di Tulungagung

Setiap pelanggaran lalu lintas akan terekam di pusat data Korlantas. Jadi di manapun pengguna jalan kena tilang, datanya akan bisa diakses di TAR. Setiap pelanggaran mempunyai poin, jika sudah melebihi 12 poin, maka pemegang SIM akan dicabut SIM-nya.

“Tidak hanya dicabut SIM-nya, tapi juga akan masuk ke catatan kepolisian,” ujarnya.

Untuk pelanggaran yang berpotensi kecelakaan, seperti melanggar lampu lalu lintas, marka jalan, maka akan mendapat poin 5. Sedang untuk pelanggaran berpotensi kemacetan mendapat poin 3, dan pelanggaran kelengkapan surat dan administrasi kendaraan bernilai 1 poin.