Ikan segar yang dijual di Pasar Ngemplak Tulungagung. (Foto: Anang Basso / Tulungagung TIMES)
Ikan segar yang dijual di Pasar Ngemplak Tulungagung. (Foto: Anang Basso / Tulungagung TIMES)

Setelah ramai ajakan "Not For Sale" atau tidak menjual dahulu ikan gurami milik pembudidaya, rupanya harga eceran ikan segar di Tulungagung mulai mengalami kenaikan. Jika di kolam, sebelumnya harga per kilogram ikan gurame hanya Rp 16 ribu. Kini harga sudah mulai naik menjadi Rp 18 ribu.

Lalu bagaimana harga eceran di Pasar Ngemplak, pasar terbesar di Tulungagung? Dari pantauan media ini, harga gurami segar di pasar pada Senin (26/10/2020) pagi mencapai Rp 28 ribu per kilogram.

Baca Juga : Kampanye 3R Terus Digaungkan, Bisnis Pakaian "Second" Ikut Melambung

"Jika eceran harganya normal Rp 28 ribu rupiah," kata SN, salah satu pedagang ikan segar di Ngemplak.

Harga itu menurutnya sudah meningkat meski belum signifikan. Pasalnya, sebelum ramai-ramai ajakan “Not For Sale” harga eceran pernah di angka Rp 26 ribu.

"Kan memang gurami ini biasanya dijual langsung banyak, jadi jika di eceran begini stok ini harus nempil (minta) ke pedagang besar untuk kita ecerkan," ujarnya.

SN tidak mau buka-bukaan berapa harga kulak dari pedagang sebelum di ecer di pasar. Alasannya, dirinya selain menjual gurami juga menjual berbagai ikan tawar dan laut yang punya harga fluktuatif per harinya.

Sementara itu, Naumi (35) pembeli gurami mengaku membeli ikan untuk di masak dan melayani pesanan usaha catering miliknya.

"Saya pilih yang besar sekalian, jika kecil ya 1 kilo isi 3 ekor. Jadi ada porsi kardusan dan prasmanan," katanya.

Harga gurami yang murah membuatnya justru dapat ambil untung lebih besar. Namun beberapa hari ini diakui harganya mengalami kenaikan sedikit.

Baca Juga : Dulu Kirim, Kini Tulungagung Datangkan Kelapa dari Luar Daerah, Ini Sebabnya

"Biasanya saya beli hidup di antar sampai rumah itu harganya 27 ribu, namun saya pilih porsi besar dan kecil," ungkapnya.

Agar ikan awet, dirinya tidak mendinginkan ikan di freezer box, tetapi menaruhnya di kolam kecil di rumahnya.

"Pelanggan ini lebih suka bukan ikan beku, tapi hidup kemudian pas butuh digoreng. Jadi saya punya penampungan untuk kapasitas sekitar 40 kilogram," papar Naumi.

Sesekali dia ke Pasar Ngemplak untuk membeli gurami saat ada pesanan mendadak atau kekurangan stok di rumah yang diakui akhir-akhir ini cukup sulit didapat.

"Pesan dua hari belum dikirim, katanya belum punya stok dan cari ikan langsung di petani agak kesulitan," pungkasnya.