Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Meski bukan yang pertama terjadi, hujan kerap turun di wilayah Tulungagung. Lazimnya, pada saat hujan turun di awal-awal sebelum memasuki musim hujan, banyak anak-anak bermain air dan mandi air hujan.

"Sejak kecil dulu saya suka mandi hujan, sekarang cucu saya selalu saya suruh mandi dan senang sekali," kata Kadeni, salah satu warga di Tulungagung saat mengikuti cucunya berlarian di jalan paving, Senin (19/10/2020). 

Baca Juga : Pelihara Ikan Koi, Pemula Wajib Perhatikan Hal Ini

Sesekali, cucu Kadeni yang bernama Tiara dan Sulis serta Anton tampak saling menentang air bercampur lumpur. Bukan marah, ketiganya justru berbalas sambil tertawa lepas.

Berbaur dengan belasan anak-anak lain mereka tampak bermain petak umpet dan bermain bola ditengah alam terbuka.

"Ada yang bilang katanya pilek, batuk atau kena penyakit jika mandi hujan. Namun, saya percaya justru di hujan awal anak-anak akan terbiasa dan kebal penyakit," ujarnya.

Dikutip dari Klik Dokter, air hujan memiliki kandungan mineral yang lebih sedikit daripada air yang digunakan sehari-hari. Ini karena air hujan tidak melewati bebatuan dan mengalir di sungai, sehingga tidak mengandung garam dan mineral yang banyak seperti air tanah. 

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Monash, Australia, meneliti 300 rumah yang menggunakan air hujan dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. 

Dari penelitian tersebut, didapat hasil bahwa orang-orang yang mengonsumsi air hujan secara langsung tidak mengalami penyakit gastroentesitis atau muntaber yang serius dibandingkan dengan orang-orang yang minum air biasa.

Baca Juga : Sertifikat Gratis, Penemuan Arca, hingga TKW Tulungagung Penari Reog Kendang di Hong Kong

Temuan tersebut menunjukkan bahwa air hujan aman-aman saja untuk digunakan.Meski demikian, tidak semua air hujan bisa disamaratakan. Ini karena tiap tempat kandungan air hujannya pasti akan berbeda. 

Misalnya, tempat yang dekat dengan kawasan industri, limbah, atau sekitar gunung berapi yang aktif. Air hujan di tempat-tempat tersebut sudah pasti terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya, sehingga tidak baik bagi kesehatan.

Perlu juga diketahui bahwa air hujan berasal dari proses evaporasi, yaitu air yang berada di Bumi (laut, danau, sungai, dan sebagainya) menguap karena panas. Kemudian, uap air yang dihasilkan terangkat ke udara.

Jadi, bila lingkungan tempat Anda tinggal tingkat polusi dan pencemaran airnya masih tinggi, air hujan tidak layak untuk dikonsumsi karena potensi bahaya yang dibawanya.