Ternyata Begini Cara Mafia Ujian Perangkat Desa di Tulungagung Bekerja, Siapa Pelakunya? | Tulungagung TIMES

Ternyata Begini Cara Mafia Ujian Perangkat Desa di Tulungagung Bekerja, Siapa Pelakunya?

Oct 14, 2020 09:21
Barang bukti email kecurangan ujian perangkat desa yang dipegang LSM Bintara. (Foto: Istimewa/TulungagungTIMES)
Barang bukti email kecurangan ujian perangkat desa yang dipegang LSM Bintara. (Foto: Istimewa/TulungagungTIMES)

Semakin terang benderang dugaan permainan dalam ujian perangkat desa di Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Hal itu setelah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bintang Nusantara (Bintara) mendapat informasi adanya salah satu email yang lupa di-password milik salah satu peserta.

"Semakin jelas indikasi adanya oknum yang diduga menjadi mafia atau makelar," kata Ketua Umum Bintara, Raden Ali Shodik, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga : Pertunjukan yang Masih Dilarang Pemerintah Kabupaten Tulungagung

Bukti itu diperoleh dari salah satu tiga pengadu yang merupakan peserta yang meminta pendampingan dari Bintara.

"Saat itu ada tiga orang saksi yang siap dan membawa bukti satu berkas file dokumen dugaan kecurangan," ujar Raden Ali.

Karena bukti dianggap lengkap, LSM Bintara 
berencana melaporkan masalah ini ke pihak berwajib.

"Ini ada unsur pidananya, karena ada salah satu peserta mengerjakan jawaban pada tanggal 05 Oktober 2020 sedangkan ujian baru berlangsung 07 Oktober 2020," ungkapnya.

Diakui Bintara, secara kasat mata pengamanan pelaksanaan ujian begitu ketat dan soal yang berbentuk kertas saat hendak dikerjakan terlihat segel tetap utuh.

"Eh, ternyata melalui email sebelum pelaksanaan ujian. Saya yakin, oknum yang memberikan bocoran ini bekerja jauh hari sebelum pelaksanaan," jelasnya.

Bintara melihat pola yang dijalankan mafia ujian ini melibatkan orang-orang professional dan punya jaringan ke universitas pembuat soal.

"Istilah jawa, tibo apese (ketiban sial), justru ada data yang menjadi indikasi kuat untuk melakukan awal penyelidikan," terangnya.

Baca Juga : Ada Upaya Peralihan Pembuatan Soal, Ujian Perangkat di Sumbergempol Ditunda

Bintara akan memberikan semua bukti ke penegak hukum. Pasalnya, selama mendapat permohonan pendampingan di kasus yang sama, kali ini bukti yang diperoleh sangat akurat.

"Jika sebelumnya hanya asumsi, sekarang bukti yang kita pegang lebih terang benderang," imbuhnya.

Karena kuatnya bukti, Ali berharap pihak kepolisian nantinya akan mengusut hingga oknum pembuat soal yang bisa mengirim email ke peserta yang di-setting untuk menang.

"Lembar jawaban baik tulis dan IT dua orang peserta yang sudah kita bawa menjadi kunci awal, nantinya pihak penegak hukum bisa membongkar kejahatan ini," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, ketua panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa, Majan H Arifin hanya membaca pesan dan pertanyaan yang diajukan pewarta. Arifin tidak memberikan jawaban dan otentikasi screenshot (tangkapan layar) email yang dimaksud Bintara atas dugaan kecurangan ujian yang telah dilaksanakan.

Topik
berita tulungagung

Berita Lainnya