Pantai Gemah Tulungagung (ist)
Pantai Gemah Tulungagung (ist)

Penelitian ITB (Institut Tekhnologi Bandung) yang memprediksi adanya tsunami setinggi 20 meter di pesisir selatan Jawa, berimbas terhadap usaha pariwisata pantai.

Padahal usaha pariwisata belum sepenuhnya bangkit dari pengaruh pandemi Covid19. Seperti di Tulungagung misalnya. Pengunjung di Pantai Gemah, Desa Keboireng Kecamatan Besuki, turun hingga 80 persen.

Baca Juga : Nikmati Jajan Tradisional di Tulungagung Ini Bayar dengan Koin Kayu, Mau Tahu Tempatnya?

Jika biasanya pada akhir pekan pengunjung minimal mencapai 10 ribu orang, kini tinggal 2 ribuan saja.

“2 ribu ngeden (susah payah, entah tercapai atau tidak),” ujar Pokdarwis Pantai Gemah, Imam Rojikin, Minggu (11/10/20).

Sedang setiap hari Sabtu yang biasanya mencapai 2 ribu pengunjung, hanya sekitar 700 pengunjung.

Untuk hari kerja, jumlah pengunjung hanya sekitar 150-an wisatawan. Hempasan isu tsunami ini kata Rojikin dibumbui dengan tutupnya Pantai Gemah.

“Seperti ikan naik di Pantai Sine sampai viral seperti itu berdampak,” lanjutnya.

Rojikin melanjutkan, penelitian ITB terkait tsunami masih belum jelas kejadiannya. Wisatawan seharusnya tidak termakan isu adanya tsunami yang akan menerjang pesisir Selatan Pulau Jawa.

Jika ada tsunami, pastinya didahului dengan tanda-tanda alam, seperti gempa dan surutnya air laut.

Pihaknya juga menyampaikan hingga saat ini Pantai Gemah tetap buka seperti biasa, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain Pokdarwis di Pantai Gemah, kondisi serupa juga dikeluhkan oleh pelaku usaha pariwisata di Pantai Sine di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir.

Baca Juga : Bupati Lumajang Siap Sinergikan Wisata dan Pembangunan Lingkungan Ranupani

Sutaji salah satunya. Pemilik warung dan persewaan toilet ini mengaku mengalami penurunan omzet setelah adanya isu tsunami.

“Biasanya dapat 600 ribu, kini sehari cuma 60 ribu,” keluh Sutaji.

Turunnya omzet itu diakibatkan sepinya wisatawan yang berkunjung. Dirinya berharap ada edukasi dan sosialisasi dari pemerintah terkait isu tsunami, sehingga dunia pariwisata kembali menggeliat.

Pada akhir September lalu, ITB mengeluarkan hasil penelitian yang mengatakan akan terjadi tsunami setinggi 20 meter di pesisir Selatan Pulau Jawa.

Tsunami akan diawali dengan gempa mencapai 9 skala Richter.