Peserta SKB diukur suhunya sebelum mengikuti ujian SKB (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Peserta SKB diukur suhunya sebelum mengikuti ujian SKB (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Satu peserta SKB (Seleksi Kemampuan Bidang) CPNS harus menelan pil pahit. Pasalnya, Agus Zainal  peserta asal Blitar itu didiskualifikasi lantaran dianggap datang terlambat mengikuti ujian oleh panitia seleksi.

Dari penuturan istri Agus, Arin, dirinya datang sekitar pukul 08:10 WIB. Sedang ujian baru dimulai pukul 08.30 WIB. Namun oleh panitia seleksi, suaminya tidak diperbolehkan masuk dengan alasan terlambat. Padahal, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak pagi hari.

Baca Juga : Bupati Madiun Kikis Stigma Rumah Sakit sebagai Klaster Baru Covid-19

Arin berdalih keterlambatan ini disebabkan dirinya terjebak macet saat menuju lokasi ujian SKB di Hotel Crown, Tulungagung.

“Ada macet. Tadikan ada truk tebu, kita kan enggak bisa cepat,” ujarnya.

Padahal dirinya sudah berangkat dari rumah sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat ditanya kenapa tidak datang lebih pagi, Arin menuturkan, dirinya baru saja melahirkan, sehingga masih repot dengan anaknya yang masih bayi. Arin berharap agar ada kebijakan dari panitia untuk memperbolehkan suaminya mengikuti ujian di sesi berikutnya.

Sementara itu Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Tulungagung, Arief Boediono, menyerahkan keputusan pada panitia dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Namun Arief menuturkan, ketepatan kedatangan peserta dalam mengikuti SKB merupakan salah satu syarat mengikuti SKB.

“Ujian seleksi itu prosesnya mulai dari awal. Mulai dari kita antri damai dengan dilihat Thermo gun, cuci tangan, itu yang namanya seleksi utuh. Kalau terlambat tidak bisa masuk,” terang Arief.

Baca Juga : Ledakan Picu 3 Kali Kebakaran Susulan, Ini Drama yang Terjadi Saat Pemadaman di Unirama

Untuk peserta SKB yang terlambat, dengan tegas Arief mengatakan, peserta dianggap gugur. Untuk kedatangan peserta, dirinya melalui situs internet sudah mengimbau agar datang 90 menit sebelum SKB mulai.

“Sudah tahu semua, itu risiko dari peserta,” pungkasnya.

Ujian SKB dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum mengikuti ujian, peserta wajib menunjukkan surat non reaktif rapid tes dari fasilitas kesehatan. SKB diikuti oleh 1.505 peserta yang dibagi dalam 3 sesi ujian. Dari jumlah itu nantinya akan diambil 601 peserta yang lolos SKB.