Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Rasulullah SAW selalu memberikan amalan dan contoh yang baik kepada umatnya. Rasulullah SAW juga telah mewariskan berbagai amalan-amalan mulia yang bisa dikerjakan oleh umat muslim dalam meraih surga. 

Amalan-amalan mulia itu sangat lekat dengan aktivitas muslim sehari-hari. Lantas apa saja amalan mulia itu?

Baca Juga : Ada Sejak Lahir, Ini Setan yang Mengikuti Manusia Hingga Ajal Menjemput

Habib Ali Al-Kaff dalam sebuah kajian menyampaikan, Rasulullah SAW menyebut jika amalan yang paling mulia adalah untuk tidak marah. Artinya, ketika bisa mengendalikan amarah, maka orang itu sangatlah mulia.

Rasulullah SAW menyampaikan, seseorang yang bisa menahan amarah akan mendapat pahala besar. Karena itu adalah kebaikan yang hebat. 

Dalam sebuah hadits, seorang sahabat mendatangai Rasulullah SAW dan bertanya tantang amalan yang paling mulia.

Maka saat itu, Rasulullah SAW menjawab, “Janganlah kamu marah.”

Setelah itu, sahabat tersebut kembali bertanya, “Lalu amalan apa lagi setelah itu ya Rasulullah SAW?”

Rasulullah SAW pun menjawab yang sama, “Jangan marah.” Lalu sahabat tersebut kembali bertanya untuk yang ke tiga kalinya, “Lantas apa lagi ya Rasulullah SAW?”

Rasulullah SAW kembali menjawab sama, "Janganlah kamu marah," terang Rasulullah SAW.

Baca Juga : Kisah Sesungguhnya Buah Terlarang, Bukan Penyebab Adam Turun ke Bumi

Jawaban Rasulullah SAW yang diulangi hingga ke tiga kalinya menunjukkan jika menahan amarah adalah amalan yang sangat mulia. Karena memang itu sebuah kebaikan, dan memang sangat sulit dikerjakan.

Amalan-amalan itupun kemudian dilaksanakan oleh para sahabat Rasulullah SAW. Dalam berbagai riwayat dijelaskan, para sahabat yang mendapatkan kedudukan mulia senantiasa memaafkan orang-orang yang menzolimi mereka.

Karena ketika ditanya apa amalan terbaik para sahabat, maka para sahabat menyampaikan jika mereka tidak tidur sebelum memaafkan orang-orang yang telah menzolimi mereka. 

Setiap malam saat hendak tidur, para sahabat akan merenung dan memaafkan setiap kesalahan orang-orang yang menzolimi mereka.

"Itu memang amalan yang sangat berat. Namun Islam mengajarkan bahwa itu amalan berat yang menghasilkan surga," terang Habib Ali Al-Kaff.