Seorang pria bayar denda razia prokes dengan uang Rp 2 ribu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Seorang pria bayar denda razia prokes dengan uang Rp 2 ribu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Petugas gabungan di Kabupaten Blitar memberikan sanksi denda kepada pelanggar protokol kesehatan yang tidak memakai masker. Tim Gabungan dari Polres Blitar, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar menggelar razia dalam rangka Operasi Yustisi di Jalan Raya Garum Kabupaten Blitar. 

Berdasarkan pantauan, tidak sedikit pengguna jalan raya yang terjaring razia. Dalam operasi yustisi ini penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 diberlakukan dengan sidang di tempat. Ya, pelanggar protokol kesehatan diharuskan membayar denda. 

Baca Juga : Disiplinkan Kawasan Malioboro, Kapolresta Kota Yogyakarta Purwadi Bagi-Bagi Masker

Dalam operasi ini ada satu kejadian menarik ketika seorang pelanggar protokol kesehatan berjenis kelami laki-laki membayar denda operasi yustisi protokol kesehatan hanya dengan uang Rp 2 ribu. Hal ini dilakukan karena pria yang tidak diketahui namanya itu tidak membawa uang saat petugas gabungan menggelar operasi Yustisi 

"Ini saya hanya bawa dua ribu rupiah pak, bagaimana ini?," ucap pria tersebut kepada Hakim dari Pengadilan Negeri Blitar yang melakukan sidang di tempat bagi para pelanggar protokol kesehatan. 

Pria tersebut benar-benar kebingunan. Bagaimana tidak, dia hanya membawa uang Rp 2 ribu saja. Beruntung, pria itu kemudian didatangi seorang petugas Satpol PP dan menanyakan kendala yang dialaminya. Dengan baik hati, petugas dari Satpol PP itu kemudian meminjamkan uang. Pria itu kemudian bergegas membayar denda kepada Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Blitar.

Humas Pengadilan Negeri Blitar, Perintis Candra mengungkapkan, denda bagi pelanggar protokol kesehatan ini bervariasi. Bagi mereka yang tidak membawa dan tidak memakai masker dikenakan denda Rp 20 ribu. Sedangkan mereka yang membawa masker namun tidak dipakai dikenai denda Rp 10 ribu. Penerapan denda ini berdasarkan aturan Perda Pemerintah Provinsi Jatim yang tertuang dalam Perda nomor 2 tahun 2020 yang kemudian diterapkan menjadi aturan dengan dibuat dibuat Pergub No 53 tahun 2020. Pergub ini memiliki payung hukum yakni Instruksi Presiden No 6 Tahun 2020.

“Bagi yang tidak memakai masker akan dikenakan sanksi berupa denda Rp 20 ribu. Kalau tidak bayar denda akan dihukum kurungan penjara selama satu hari,” paparnya. 

Baca Juga : 64 Pengendara Tak Bermasker di Jombang Didenda Rp 50 Ribu

Ditemui di kesempatan yang sama, Wakapolres Blitar Kompol Himawan Setyawan menyampaikan, instansinya membantu pelaksanaan Operasi Yustisi. Ya, TNI-Polri dan Pemda wajib bekerja sama menegakkan pencegahan covid-19  sesuai Inpres No 6 Tahun 2020.

“Untuk operasi yustisi ini, kemarin sudah kita awali dengan sosialisasi. Dan mulai hari ini kita laksanakan penindakan dengan memberikan sanksi sesuai aturan yang ada," pungkas Himawan.