Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju hitam) melihat jalan yang longsor di Kradinan, Pagerwojo  (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju hitam) melihat jalan yang longsor di Kradinan, Pagerwojo (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Jalan longsor yang menjadi jalur alternatif Tulungagung-Ponorogo di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo akan segera diperbaiki.  

Hal itu disampaikan oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat melakukan peninjauan kondisi jalan yang longsor itu, Senin (14/9/20).

Baca Juga : Kunker ke Kabupaten Blitar, Komisi D DPRD Bojonegoro Sharing Terkait Pembangunan

Maryoto menuturkan, keberadaan jalan ini cukup vital. Pasalnya, jalan ini merupakan jalur utama di wilayah ini yang menjadi akses warga sekitar menuju desa lain, dan menuju wilayah Trenggalek dan Ponorogo.

Jalan ini juga dilintasi bus DAMRI trayek Tulungagung-Ponorogo. Jalan yang longsor mencapai separo badan jalan. Dimungkinkan jalan akan kembali ambles jika tak dilakukan perbaikan, mengingat di bawah jalan merupakan jalur air saat hujan.

"Jalan ini sudah dua kali longsor. Pertama tahun 2019 lalu, dan kedua Rabu (14/9) lalu setelah hujan kiriman datang hampir semalam," katanya.

Panjang jalan yang ambles mencapai 30 meter. Untungnya, perbaikan jalan ini sudah dianggarkan dalam perubahan APBD 2020. Saat ini perbaikan jalan sudah proses lelang. Dimungkinkan, Sabtu (18/9) sudah akan turun Surat Perintah Kerja (SPK).

"Kalau SPK cepat turun, maka nggak lama lagi ya langsung proses pengerjaan. Semoga pelaksanaan tidak ada kendala," katanya.

Pria nomor satu di lingkup Pemkab Tulungagung ini menjelaskan perbaikan jalan longsor tersebut nantinya akan dibangun lebih dulu badan pengaman jalan. Mengingat, lokasi jalan tersebut berada di tebing pegunungan. Dengan total biaya perbaikan yang disiapkan mencapai Rp 900 juta.

Baca Juga : Bapenda Kabupaten Malang Gunakan SiPanji, Optimalkan Pengelolaan Pajak

Untuk menjaga kontruksi jalan lebih kuat dan stabil, maka akan dilakukan sejumlah modifikasi.

Seperti penambahan tiang penyangga di sisi jalan dan talut.

“Kita pakai pancang dan sekaligus nanti ada talutnya,” papar Maryoto.