Pembinaan dan pelatihan Kewirausahaan digelar Disperindag dan Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Pembinaan dan pelatihan Kewirausahaan digelar Disperindag dan Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Upaya membangkitkan industri rokok terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). 

Beragam program dilucurkan, diantaranya bersinergi dengan Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar. Disperindag Kabupaten Blitar menggelar pembinaan dan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda milenial. 

Baca Juga : Kawasan Siti Sundari Lumajang Disiapkan Jadi Venue Cabor Downhill Porprov

Kegiatan ini akan digelar selama dua hari mulai 14-15 September 2020 di Kampus I Unisba Blitar, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. 

Agenda dibuka langsung Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Blitar Tuti Komaryati. Hadir dalam agenda pembukaan Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Tavip Wiyono, Dekan Fisipol Unisba Blitar Hery Basuki dan tamu undangan lainya. 

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar melalui Kabid Perindustrian Rony Candra Gunawan mengungkapkan, pembinaan dan pelatihan ini merupakan kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2020. 

Tujuan dari pembinaan dan pelatihan ini adalah untuk membangkitkan kewirausahaan di wilayah industri rokok. Sebagaimana diketahui, industri rokok dan pertanian tembakau di Kabupaten Blitar pernah tengah berjaya. Saat ini tengah mengalami trend penurunan. 

“Peserta kegiatan ini 40 orang dari beberapa daerah industri rokok dan pertanian tembakau. Diantaranya dari Wlingi, Selopuro, Kesamben dan Selorejo," ucap Rony Candra kepada BlitarTimes.

Industri rokok dan pertanian tembakau, lanjutnya, tengah menurun. "Ini coba kita bangkitkan kembali. Kita akan dorong agar anak-anak muda ini kembali tertarik menekuni kewirausahaan atau industri kecil di bidang rokok dan bertani tembakau sehingga industri rokok di Blitar ini kembali bangkit,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini Disperindag bersama para narasumber memberikan motivasi kepada para peserta untuk segera memulai usaha dalam menjalankan industri kecil di bidang rokok. 

Ya, berbisnis rokok tetap merupakan sektor usaha yang cukup potensial dijalankan di Indonesia. Terlebih, Kabupaten Blitar punya segala potensi untuk jenis bisnis ini karena memiliki kontur tanah subur yang cocok untuk budidaya tanam tembakau.

“Peserta kegiatan ini sebagian juga ada dari anak-anak dari petani. Tapi sudah tidak menanam tembakau. Harapan kami dengan pelatihan ini mereka kembali mau menanam tembakau. Besok di hari kedua mereka juga akan kita ajak untuk melihat pabrik rokok di Selopuro. Kita akan tunjukkan mulai dari yang industri kecil hingga yang punya pekerja banyak,” paparnya. 

Lebih dalam Rony menyampaikan, kemajuan industri dan pertanian tembakau di Kabupaten Blitar sangat mempengaruhi jalanya pembangunan. 

Baca Juga : Banyak Dikeluhkan, Dinas PUPRPKP Kota Malang Tambah 56 Titik Jalan Ditambal

“Setiap tahun kan Kabupaten Blitar menerima DBHCHT. Nah, DBHCHT ini anggarannya untuk pembangunan di banyak sektor. Kalau industri tembakau kita terus menurun maka jumlah dana yang kita terima juga akan turun. Maka dari itu industri rokok dan pertanian tembakau terus kita dorong untuk maju,” terangnya. 

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unisba Blitar, Hery Basuki dalam kesempatan ini menyampaikan, kegiatan pembinaan dan pelatihan kali ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Unisba Blitar dengan Pemkab Blitar. 

Di bidang kewirausahaan, Unisba sebagai kampus entrepreneur memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pemkab dalam  mencetak pengusaha-pengusaha muda baru yang berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian daerah.

“Meski suasana terbatas di masa covid-19, para pemuda harus tetap berkarya. Keyakinan mindset sangat diuji di masa seperti ini. Yang penting, mereka harus punya komitmen untuk bisa bangkit di masa industri yang sedang terpuruk. Kepercayaan diri inilah yang kita gali dan bangkitkan pada diri mereka,” katanya.

Dikatakannya, belajar dari masa lalu pada masa reformasi 1998, industri rokok merupakan sektor yang tetap bisa eksis disituasi apapun. Ya, industri rokok tetap bisa berjalan meski negara mengalami krisis ekonomi. Motivasi inilah yang disampaikan kepada peserta untuk tidak ragu menekuni kewirausahaan di bidang rokok dan pertanian tembakau.

“Belajar dari krisis 1998, usaha-usaha seperti ini kan tetap bisa eksis. Ini yang harus jadi motivasi dan keyakinan kita,” pungkasnya.(Adv/Kmf)

  <