salah satu warga melakukan rapid tes gratis di RSUD dr. Iskak (Joko Pramono for Jatim TIMES)
salah satu warga melakukan rapid tes gratis di RSUD dr. Iskak (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Untuk membantu masyarakat Tulungagung yang ingin melakukan rapid tes dan swab, RSUD dr Iskak Tulungagung memberikan layanan rapid test dan swab gratis. 

Rapid tes dan swab ini biasanya dibutuhkan oleh pelajar/mahasiswa, pekerja dan warga Tulungagung yang ingin keluar kota. 

Baca Juga : Satgas Covid-19 Gencar Test Swab, Kasus Konfirmasi Positif di Kabupaten Blitar Bertambah 

 

“Ada yang untuk sekolah, pelakukan perjalanan atau kembali ke tempat kerja. Kami layani semua secara gratis,” terang Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak, M Rifai.

Pelayanan ini dibuka sejak sebulan lalu. Tiap hari ada sekitar 60-80 warga yang memanfaatkan layanan ini.

Untuk mendapatkan layanan ini, warga cukup membayar biaya pendaftaran sebesar  Rp15 ribu untuk pencatatan administrasi. Selain itu, warga cukup menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Warga luar wilayah Tulungagung yang bekerja sama dengan RSUD dr Iskak, juga bisa dilayani.

“Yang dari luar Tulungagung, selama ada rujukan dan kerja sama dari daerah asal, tetap akan kami layani,” sambung Rifai.

Poli ini sebenarnya untuk skrining awal pasien yang masuk ke RSUD dr Iskak. Pasien yang berobat akan diperiksa riwayat medisnya. Jika mempunyai gejala yang mirip covid 19, maka akan diarahkan ke Poli Pemeriksaan Covid-19.

“Pernah ada temuan, langsung dilaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dinas Kesehatan juga langsung melakukan tracing,” tutur Rifai.

Hasil dari rapid tes dapat diketahui pada hari yang sama, sedang untuk swab memerlukan waktu 24 jam.

Pembiayaan layanan gratis ini disubsidi oleh RSUD dr Iskak dan Pemkab Tulungagung.

“Selama masyarakat membutuhkan rapid tes dan swab, layanan ini akan tetap ada. Tapi kalai pemerintah sudah mencabut pandemi, layanan akan dievaluasi lagi,” ungkap Rifai.

Baca Juga : 4 Pegawai Bagian Protokol Positif Covid-19, Kantor Bupati Blitar Ditutup Sementara 

Poli ini biasanya dipunggawai oleh 2 dokter jaga. Mereka biasanya dipilih dokter yang pernah sembuh dari Covid-19.

Namun juga sering situasional, karena Poli Pemeriksaan Covid-19 ini juga terhubung dengan poli-poli lain. 

“Tidak ada batasan layanan ini. Berapa pun yang datang kami layani, semuanya gratis,” pungkas Rifai. 

Sementara itu warga yang melakukan swab, Diki Candra warga Kedungwaru menuturkan melakukan swab untuk keperluan kerja. Tempat kerjanya di Dubai mensyaratkan harus bebas covid 19 agar diterima kerja. Di Dubai, Diki bekerja sebagai bartender.

“Dari sana (Dubai ) memang mensyaratkan swab untuk bisa masuk,” ujar Diki.

Rencananya Diki akan berangkat ke Dubai pada Selasa mendatang.