Maryani bersama cucunya MPA di Satreskrim Polres Tulungagung (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)
Maryani bersama cucunya MPA di Satreskrim Polres Tulungagung (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

Bermula dari aksi penganiayaan, satu keluarga kini bersitegang dan harus berurusan dengan polisi. Bukan hanya masalah penganiayaan lagi, kasus ini kemudian meluas ke masalah hak asuh anak yang berisial MPA (5).

"Kalau saya melapor masalah penganiayaan, saya hampir mati dianiaya adik saya yang ingin mengambil anak ini," kata Farida, warga Makassar yang kini tinggal di rumah neneknya di Kelurahan Tamanan.

Baca Juga : Lukai Ibu Kandung dengan Sajam, ODGJ di Blitar Diamankan Polisi

Farida lalu menunjukkan bekas pukulan batu bata di muka bagian kanan yang tampak masih memar.

"Batu bata yang digunakan memukul sudah dibawa polisi," ujarnya.

Dirinya lantas menceritakan awal mula kedatangan adiknya bernama Denok (39) dari Batam bermaksud mengambil MPA yang telah dirawatnya dari lahir pada Kamis, 30 Juli 2020 atau tepat menjelang lebaran jam 14.30 wib.

"Karena niatnya mau mengambil anak, saya halangi bersama ibu saya tapi dia memaksa dan menganiaya saya bersama ibu sambil mendobrak pintu," tuturnya.

Perkelahian tak bisa dihindarkan, Denok yang dibantu suaminya Fendi menurut Farida terus memaksa sehingga dirinya harus melaporkan kasus ini ke Polres Tulungagung.

Sementara menurut pengakuan Maryani (59) nenek dari MPA yang juga ibu kandung dari keduanya mengatakan, semenjak dirinya dibohongi Denok tidak percaya lagi dengan anaknya itu.

Baca Juga : Mabuk dan Tak Pakai Masker, KTP Pengunjung Karaoke Disita Petugas

"Saya akan pertahankan cucu saya ini, meski dilahirkan oleh dia (Denok) tak sekalipun dia memberikan kebutuhan sama sekali. Bahkan, mobil yang baru saya beli setahun dipinjam dan dijual," kata Maryani di Satreskrim Polres Tulungagung, Rabu (05/08/2020).

Dirinya meminta pada anaknya yang bernama Farida untuk tidak mencabut laporannya meski Denok yang dilaporkan juga anaknya. Alasannya, Denok dianggap durhaka dengan dirinya yang tidak pernah menghormati sebagai orang tua yang telah melahirkan.

KBO Reskrim Iptu Suwoyo saat diminta konfirmasi belum bisa memberikan keterangan dengan alasan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan masing-masing pihak.

Tampak petugas dengan menghadirkan Lurah Tamanan dan Babhinkamtibmas masih berupaya memediasi masalah ini agar dapat diselesaikan kekeluargaan.