Dianggap Arogan, Warga Tuntut Sekdes Ngrejo Dicopot, Kades: Saya Tidak Melindungi | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Dianggap Arogan, Warga Tuntut Sekdes Ngrejo Dicopot, Kades: Saya Tidak Melindungi

Aug 03, 2020 19:49
Kades Ngrejo di dampingi Kapolsek Tanggunggunung saat menerima aspirasi warganya / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Kades Ngrejo di dampingi Kapolsek Tanggunggunung saat menerima aspirasi warganya / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Didemo warga dan dituntut untuk mencopot sekretaris desa (Sekdes), Kepala Desa Ngrejo Sujarwo mengaku masih akan melakukan klarifikasi. Menurutnya, penyampaian aspirasi telah diterima oleh pemerintah desa dan kini dirinya akan memanggil WW (sekdes) untuk dilakukan klarifikasi atas tuntutan warga desanya itu. "Warga menyampaikan aspirasi, pada kami ya kita klarifikasi kebenarannya," ujar Sujarwo.

Meski WW yang menjabat sebagai sekdes adalah bawahannya dalam menjalankan tugas di desa, Sujarwo menegaskan tidak akan melindungi jika aspirasi warganya benar. "Tidak, saya tidak melindungi kalau memang benar apa yang disampaikan warga akan menindaklanjuti terkait aspirasi ini," tegasnya.

Baca Juga : PRPM Solokuro Gelar Musyran sebelum Musycab, Ini Harapannya

Sebelumnya, Balai Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung digeruduk ratusan warga, Senin (03/08/2020) siang. Warga kesal lantaran Sekretaris desa yang berintital WW yang merangkap sebagai ketua Pokdarwis dianggap arogan dan tidak komunitif dengan para penggarap lahan perhutani.

"Dia hanya mau-maunya sendiri, jika masyarakat menanam pohon tidak sesuai dengan kemauan dia  maka langsung main tebang," kata Arif Supriono, salah satu warga.

Aksi sendiri menurut pria yang dipanggil Pri itu, tidak di koordinasi oleh dirinya. Namun, spontan warga yang memendam kekesalan cukup lama langsung ikut ke balaidesa meminta agar WW di copot dari jabatannya. "Warga sudah tidak mau menerima dia sebagai sekretaris desa, kami kompak minta dia dicopot dari jabatan sekretaris desa," tegasnya.

Selain alasan itu, warga yang sudah punya perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani juga merasa keberatan jika tanaman yang dipilih hanya menghasilkan kayu. Padahal, jika lahan itu ditanami durian dan buah lainnya akan lebih menghasilkan.

Baca Juga : Persiapan Pengesahan Warga PSHT pada Malam 1 Suro Nanti

"Nah, Sekdes ini bertahan agar warga nanam pohon sengon. Kemudian di bawahnya juga tidak boleh ditanami padahal kan mestinya selama bisa ditanami malah dapat menambah penghasilan warganya," tambahnya.

Sayangnya, hingga saat ini, WW sekretaris desa yang dipersoalkan warga dan dituntut untuk dicopot dari jabatannya belum bisa dikonfirmasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
berita tulungagung Sekdes

Berita Lainnya