Keluarga Dua Srini Dipertemukan, Polemik KKS Dobel Selesai | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Keluarga Dua Srini Dipertemukan, Polemik KKS Dobel Selesai

Aug 03, 2020 18:45
Penyelesaian kasus KKS yang salah alamat antara keluarga KPM dan kades Rejoagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Penyelesaian kasus KKS yang salah alamat antara keluarga KPM dan kades Rejoagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Kartu keluarga sejahtera (KKS) milik dua orang bernama sama Srini di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, yang salah alamat terpaksa diklarifikasi melalui mediasi di balai desa, Senin (03/08/2020). 

Semua pihak dihadirkan oleh Kepala Desa Rejoagung Mukaji, termasuk keluarga Srini dari Dusun Kebonagung dan Sukorejo. Mediasi disaksikan oleh tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Kedungwaru serta babinsa dan bhabinkamtibmas setempat.

Baca Juga : Gonjang-Ganjing BPNT Melebar ke Masalah E-warung, Kok Bisa?

Anak Srini dari Dusun Kebonagung, Endang Toini, mengatakan bahwa masalah telah selesai dan dirinya akan menuju BNI 46 pasca-mediasi. "Sudah, tadi sudah dijelaskan semua dan ini merupakan kesalahpahaman," kata Endang sesaat setelah mediasi.

Endang tidak mau menjelaskan siapa yang dimaksud salah paham. Dirinya memilih untuk bersama TKSK dan keluarga Srini Sukorejo pergi ke BNI 46 di Tulungagung untuk mengurus dan mengubah identitas KKS agar sesuai.

"Ini saya antar dan saya dampingi ke BNI. Kami klarifikasi kesana dan jika masih ada yang perlu dibetulkan, nanti diselesaikan," kata Ersan Rifai, TKSK Kedungwaru.

Menurut Ersan, pihak BNI 46 seharusnya lebih teliti agar dalam memberikan KKS kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhak.

Senada dengan Ersan, Kepala Desa Rejoagung Mukaji juga meminta agar dalam urusan KKS, pihak bank lebih selektif dan teliti sehingga tidak ada lagi kasus satu orang mendapatkan dua KKS.

"Kami ini kan birokrasi yang kebetulan membantu teknis pendataan kepada warga kami. Jadi, jangan sampai ada miskomunikasi seperti ini," ucapnya.

Mukaji juga meminta agar masyarakat ikut transparan dan jujur. Jika memang mendapat dua KKS, jika ada masalah, dibawa semua ke kantor desa untuk dilihat siapa yang berhak.

Baca Juga : Tak Ada Tambahan Pasien Positif, Ini Indikator Penyebab Kota Batu Masuk Zona Merah

"Saat warga kami (Endang) datang, kan hanya membawa satu kartu. Sementara kartu milik Srini yang satunya tidak dibawa. Jadi, ini sebenarnya murni salah paham dan tidak perlu diperpanjang lagi. Semua adalah warga kami," tambahnya.

Kini semua telah selesai. Kepala desa Rejoagung dengan besar hati menerima tudingan warganya yang tidak tahu masalah yang sebenarnya. "Tidak apa-apa, saya harus bisa momong semua warga kami meskipun dalam masalah ini seakan- akan semua kesalahan ada pada saya. Padahal, sekarang jelas bahwa ini ada salah paham," kata Mukaji.

Setelah semua pihak bertemu, baik keluarga Srini dari Dusun Sukorejo maupun Srini Kebonagung sudah dapat saling memahami dan tidak saling membawa masalah tersebut lebih panjang lagi. "Bantuan yang telah diambil juga telah dibagi sama atas kesepakatan mereka," pungkasnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
berita tulungagung Kartu Keluarga Sejahtera

Berita Lainnya