Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)
Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar berupaya melacak orang yang kontak erat dengan dokter Sony Putrananda yang dilaporkan meninggal akibat terpapar covid-19. 

Namun demikian, Gugus Tugas hingga kini masih kesulitan. Penyebabnya, mereka tidak menemukan buku register di tempat praktek dokter Sony di Jalan Mawar Kota Blitar. 

Baca Juga : Dua Hari 78 Orang Sembuh, 231 Pasien Covid-19 di Kota Malang Masih Jalani Perawatan

“Pasien yang pernah kontak erat terus kami cari. Tapi kami kesulitan karena di tempat praktek tidak ada buku register. Kami yakin catatan pasti ada, tapi yang mengetahui hanya almarhum,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, dr M Muchlis, Jumat (31/7/2020).

Meski kesulitan, Gugus Tugas tidak menyerah untuk menemukan orang-orang yang pernah kontak erat dengan dokter Sony. Pelacakan terus dilakukan di luar keluarga dan karyawan. 

“Kami sudah sebar pengumuman di banyak grup. Bagi yang pernah berobat ke almarhum terhitung mulai tanggal 14-27 Juli untuk menghubungi Puskesmas yang ditunjuk. Dibatasi sampai hari Senin (3 Agustus 2020)," paparnya.

Muchlis juga menyampaikan, orang-orang di sekeliling dokter Sony yang pernah kontak erat terdiri dari keluarga, sopir dan karyawan telah di swab test. Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil test keluar.

“Keluarga, sopir dan karyawan sudah di swab test. Saat ini isolasi mandiri di rumah,” imbuhnya. 

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu: Bumiaji Hijau, Junrejo Kuning, Kecamatan Batu Masih Orange

Sebagai informasi, semasa hidup dokter Sony dikenal sebagai dokter yang dikenal luas masyarakat berkat ketelatenannya menghadapi pasien. Dokter Sony yang merupakan warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, meninggal dunia pada Selasa (28/7/2020) pukul 21.50 WIB di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.