Salah satu pedagang saat menjalani rapid test di Pasar Hewan Beji (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Salah satu pedagang saat menjalani rapid test di Pasar Hewan Beji (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Ratusan pedagang di Pasar Hewan Beji, Tulungagung mengikuti rapid test. Mereka yang mengikuti rapid test, terutama pedagang yang berasal dari luar Kabupaten Tulungagung.

Rapid test ini dilakukan untuk memutus penyebaran covid 19, apalagi pedagang hewan di Pasar Hewan Beji kebanyakan dari luar Tulungagung, seperti Gresik, Surabaya, Solo hingga Wonogiri Jawa Tengah.

Baca Juga : Kabar Baik, 9 dari 40 Nakes RSUD Ngudi Waluyo Dilaporkan Sembuh dari Covid-19

“Menjelang Idhul Adha, Pasar Hewan Beji melakukan rapid test bagi pedagang,” ujar Kepala UPT Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, Zaenu Mansur, Kamis (30/7/20).

Pedagang yang datang langsung diminta untuk rapid test di tenda kesehatan yang disiapkan di pintu masuk pasar.

Selain pedagang luar kota, pihaknya juga melakukan rapid test bagi pedagang asal Tulungagung, terutama mereka yang sudah lansia dan mempunyai gejala pilek.

“Ada yang manula, dan yang terindikasi (gejala) flu,” ujarnya.

Kapasitas Pasar Hewan Beji sendiri mampu menampung sekitar 600 pedagang. Pasar ini buka setiap 5 hari sekali, dalam pasaran Jawa pada waktu Pahing.

Sementara itu Kasi Pengendalian KLB Dinas Kesehatan Tulungagung, Satrio wibowo mengatakan kegiatan ini suatu bentuk upaya untuk mengendalikan penyebaran covid 19.

Rapid test massal kali ini pihakya menyediakan sekitar 300 alat rapid test. Rapid test ini merupakan permintaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Kita menyediakan sekitar 300 alat rapid test,” ujar Satrio.

Baca Juga : Jelang Akhir Juli, Persentase Kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Malang Nyaris 55 Persen

Jika ditemukan pedagang yang reaktif saat rapid test, maka akan dilakukan swab langsung di tempat. Jika positif maka akan langsung dikarantina.

“Jika dari Tulungagung maka kita sarankan untuk istirahat (karantina) di Rusunawa, untuk luar kota akan kita tindak lanjuti dengan mengirim hasilnya ke Dinkes masing-masing,” terangnya.

Dalam rapid test, pihaknya menerjunkan 2 tim yang keseluruhanya dari Dinkes Tulungagung.