Jembatan Lembu Peteng yang menghubungkan jalan Patimura dan Soekarno hatta (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Jembatan Lembu Peteng yang menghubungkan jalan Patimura dan Soekarno hatta (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung berencana akan menutup Jembatan Lembu Peteng. Penutupan akan dilakukan mulai Senin (3/8/20) depan. 

Hal itu dilakukan lantaran akan dilakukan perbaikan jembatan yang menghubungkan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Patimura itu. Perbaikan jembatan dilakukan karena mulai terlihat beberapa retakan yang cukup lebar di badan jembatan. 

Baca Juga : Pemkot Malang Usul Refocusing Anggaran di Bawah 35 Persen, Khawatir Silpa Tinggi

Secara kasat mata, dasar dari sisi barat Jembatan Lembu Peteng terdapat retakan yang cukup besar. Sehingga, dikhawatirkan membahayakan bagi pengendara. Perbaikan diperkirakan akan memakan waktu hingga 2 bulan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Tulungagung Jarmani mengungkapkan, karena proses perbaikan yang cukup lama, pihaknya bersama Satlantas Polres Tulungagung akan melakukan penutupan dan rekayasa lalu lintas jalan di sekitar jembatan. 

“Meski hanya menutup 1 jalan, tapi dampaknya luar biasa karena jalan nasional,” ujar Jarmani.

Untuk itu, pihaknya akan mengatur agar masyarakat tidak terganggu dengan mengalihkan jalan menuju Kediri, Blitar dan Trenggalek.

Dari arah Trenggalek, dari simpang tiga Jetaan diarahkan menuju simpang empat Cuiri. Sedang bagi masyarakat yang dari arah Kediri hendak menuju ke Trenggalek, akan dilakukan penutupan di simpang tiga Ngujang untuk diarahkan ke barat menuju simpang empat Karangrejo.

Sedang dari arah Biltar menuju Trenggalek, Nantinya dilakukan penutupan di simpang empat Tamanan untuk diarahkan menuju Kecamatan Bandung.

"Sesuai rapat kemarin, diperkirakan akan memakan waktu 2 bulan,” terang Jarmani.

Perbaikan akan dilakukan di plat injak jembatan dan wing (sayap) jembatan bagian selatan.

Baca Juga : Cegah Pengangguran Meluas, Pemerintah Siapkan Skema Bantuan untuk Media Massa

Sementara itu Jarmani menjelaskan, pihaknya selaku Dinas Perhubungan hanya bertugas mempersiapkan kebutuhan ataupun perlengkapan untuk rekayasa arus lalu lintas. 

Setidaknya nanti akan ada 10 rambu yang terletak di setiap titik yang sudah disiapkan oleh pihaknya. Selebihnya nanti dari pihak satuan lalu lintas yang akan mengatur lajur lalu lintas masyarakat.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno membenarkan akan rencana penutupan jembatan itu. 

Dengan penutupan itu, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas selama perbaikan dilakukan.

“Jadi akan ada pengalihan arus selama 2 bulan,” tandasnya.