Guru SDN Mangunsari Yenri Sufhianto saat home visiting di rumah salah satu siswanya. (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Guru SDN Mangunsari Yenri Sufhianto saat home visiting di rumah salah satu siswanya. (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Selama pandemi covid-19, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah ditiadakan. Dampaknya, banyak siswa tak lagi mendatangi sekolah untuk belajar sehingga proses pembelajaran terganggu.

Meski ada pembelajaran secara daring (online) lewat WA, hal itu dianggap tak efektif. Pasalnya, ada beberapa mata pelajaran yang harus disampaikan secara langsung.

Baca Juga : Dinas Pendidikan Lumajang Akan Luncurkan Program Guru Sambang Siswa

Tak ingin siswanya terganggu sekolahnya, SDN di Tulungagung menerapkan home visiting (kunjungan rumah) ke rumah siswanya. Salah satunya SDN Mangunsari di Kecamatan Kedungwaru.

Guru di SDN Mangunsari melakukan kunjungan ke rumah siswanya untuk memberikan pelajaran. Hal itu dilakukan agar siswanya tidak ketinggalan pelajaran, terutama untuk kelas 6.

“Ini masukan dari wali murid (orang tua) karena pembelajaran melalui aplikasi atau WA dianggap tidak maksimal,” ujar guru kelas 6 SDN Mangunsari Yenri Sufhianto, Senin (27/7/20).

Metode home visiting sudah dilakukan sejak 2 minggu lalu atau awal tahun ajaran baru yang dimulai 13 Juli.

Dalam home visiting ini, siswa dikumpulkan dalam salah satu rumah siswa. Sebanyak 24 siswa terbagi atas 6-8 siswa sekali pertemuan.

Home visiting dua kali dalam seminggu, Senin dan Rabu atau Selasa dan Kamis. Pembelajaran dimulai setiap pukul 07.00-08.30, lalu dilanjutkan dengan kelompok berikutnya pukul 08.30-10.00. “Setiap kelompok mendapat seminggu 2 kali, Senin Rabu atau Selasa Kamis,” terang Yenri.

Pertemuan hari pertama akan diisi materi pembelajaran. Sedangkan hari kedua pertemuan akan diisi dengan evaluasi pembelajaran.

Untuk home visiting, SDN Mangunsari menerapkan protokol kesehatan bagi siswanya. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta mandi sebelum mengikuti pembelajaran. “Tidak boleh memakai seragam biar tidak dikira masuk sekolah,” terang Yenri.

Disinggung tentang respons Dinas Pendidikan Tulungagung terkait inisiatif yang dilakukan oleh pihaknya dan wali murid, Yenri mengatakan hingga saat ini tidak ada larangan dari Dinas Pendidikan.

Baca Juga : 5 Hari Gelar DiskOn dengan 55 Alumni, Unikama Ungkap Pentingnya Peran Alumni

Untuk home visiting, tidak semua mata pelajaran diajarkan. Hanya mata pelajaran yang membutuhkan penjelasan seperti matematika.

“Untuk yang sifatnya pengetahuan, kami berikan link di Youtube untuk dipelajari di rumah. Tapi kalau seperti matematika membutuhkan penjelasan,” kata dia.

Namun, home visiting ini bukan tanpa kendala. Kadang kondisi rumah siswa tidak cocok untuk pembelajaran karena panas atau sempit.

Sementara itu! salah satu siswa SDN Mangunsari, Muhammad Qiston Fahrurozi, mengaku lebih suka pembelajaran di sekolah. Selain karena banyak teman, saat tidak paham materi yang diajarkan, dia bisa bertanya pada guru. “Kalau tidak ngerti, ada yang bisa ngajari,” tuturnya.

Salah satu wali murid, Muasifah, rela menyediakan rumahnya untuk belajar siswa SD ini. Dirinya beralasan bisa lebih mudah mengawasi cucunya saat sedang belajar. “Lebih mudah ngawasinya,” ucapnya.