Kepala Pusdatin Kemendikbud Muhammad Hasan Chabibie. (Foto: Kemdikbud)
Kepala Pusdatin Kemendikbud Muhammad Hasan Chabibie. (Foto: Kemdikbud)

Ajang kompetisi bagi peserta didik SD, SMP, SMA dan sederajat bertajuk  Kihajar (Kita Harus Belajar) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini tak lagi dilaksanakan secara luring. Tahun ini, Kemendikbud melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) meluncurkan program Kihajar 2020 dengan format daring.

“Tahun ini, Kihajar hadir dengan format yang berbeda. Hadir dengan tampilan yang berbeda. Hadir dengan kreativitas juga yang berbeda. Kalau tahun-tahun sebelumnya kami secara luar jaringan menyelenggarakan Kihajar ini di 34 provinsi seluruh Indonesia. Tetapi tahun ini secara daring," ujar Kepala Pusdatin Kemendikbud Muhammad Hasan Chabibie dalam peluncuran Kihajar 2020 belum lama ini.

Baca Juga : Kemenag Dorong UIN Malang Transformasi Menjadi PTN Berbadan Hukum

Hasan menjelaskan, aktivitas Kihajar yang kini dilakukan secara daring tetap melibatkan dinas pendidikan di daerah, para guru, dan seluruh siswa di tanah air.

Selain dengan logo baru, tahun ini Kihajar hadir dengan tiga varian baru. Yaitu Kihajar Stem, Kihajar Explorer, dan Kihajar TIK Talks.

Kihajar Stem merupakan wadah eksplorasi siswa seluruh jenjang melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematik. "Kihajar Stem hadir untuk meningkatkan kemampuan literasi, motivasi, dan pendidikan karakter dalam wujud kemandirian dan kejujuran," terang Hasan.

Pendaftaran peserta Kihajar Stem sudah dibuka bersamaan dengan waktu launching Kihajar, yakni pada Kamis 23 Juli 2020, dengan mengakses https://tve.kemdikbud.go.id. Pendaftaran peserta akan ditutup pada  6 Agustus 2020.

Sementara itu, Kihajar Explorer merupakan wadah eksplorasi siswa dari berbagai jenjang memanfaatkan konten Rumah Belajar, TV Edukasi, dan Suara Edukasi. Kihajar Explorer hadir melalui akun Instagram tvedukasi_kemdikbud dengan memberikan pertanyaan setiap harinya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peserta akan diberi tautan konten yang terdapat di portal Rumah Belajar, TV Edukasi, maupun Suara Edukasi. Jawaban peserta dikirimkan melalui kolom komentar sesuai dengan postingan pertanyaannya di akun Instagram tvedukasi_kemdikbud setiap harinya.

Peserta yang boleh mengikuti Kihajar Explorer terbuka untuk semua jenjang pendidikan, baik di dalam negeri maupun siswa Indonesia di luar negeri. Kihajar Explorer diselenggarakan pada Jumat 24 Juli 2020 dan akan hadir setiap hari hingga rangkaian pelaksanaan Kihajar 2020 berakhir Oktober 2020.

Varian ketiga adalah Kihajar TIK Talks yang hadir sebagai wujud apresiasi terhadap daerah terbanyak berpartisipasi dalam Kihajar Stem sekaligus optimalisasi penggunaan Rumah Belajar, TV Edukasi, dan Suara Edukasi. Kegiatan ini juga mengangkat isu permasalahan pendidikan daerah yang akan dibahas dalam bentuk seminar secara daring dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari praktisi pendidikan, ahli pembelajaran, dan juga pengembang teknologi pembelajaran.

Baca Juga : Demi Anak Sekolah Daring, Warga Jombang Ini Rela Jual Kambing dan Beli Smartphone

Hasan menjelaskan, tujuan diselenggarakanya Kihajar TIK Talks adalah meningkatkan kemampuan literasi pemanfaatan TIK, Kemandirian dalam pengembangan TIK untuk pendidikan, dan sebagai sarana sosialisasi dari pemanfaatan konten Rumah Belajar, TV Edukasi, dan Suara Edukasi.

Peserta dari kegiatan Kihajar TIK Talks ini adalah tenaga pengajar, tenaga kependidikan, komunitas pendidik, maupun orang tua murid. Pelaksanaan Kihajar TIK Talks akan dimulai pada minggu kedua  Agustus 2020 dengan kolaborasi dari Balai Teknologi Komunikasi (Balai Telkom), Dinas Pendidikan provinsi, serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang berada di 34 provinsi seluruh Indonesia.

"Satu hal yang menurut saya menarik pada kesempatan kali ini adalah lahirnya generasi-generasi Kihajar. Lahirnya anak-anak muda yang memang secara lahir penduduk asli digital," papar Hasan.

Dia menyampaikan, pemanfaaan teknologi dalam proses pembelajaran maupun aktivitas sehari–hari menjadi suatu yang sangat dekat bagi generasi Kihajar. "Mereka merupakan generasi yang sejak lahir sudah dikelilingi beragam teknologi dan biasa berinteraksi dengan komputer, gawai dan internet," tandasnya.