Webinar nasional dengan tema "Mengapa Tidak Memperkuat Credible Voice? : Perempuan, Radikalisme dan Covid-19" sukses digelar FT Unisba Blitar
Webinar nasional dengan tema "Mengapa Tidak Memperkuat Credible Voice? : Perempuan, Radikalisme dan Covid-19" sukses digelar FT Unisba Blitar

Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar dalam menyelenggarakan kegiatan yang berkualitas. Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat tetap digelar diantaranya Webinar secara daring. Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Teknik (FT) Unisba bekerjasama dengan AMAN Indonesia yang menggelar Webinar Nasional dengan tema “Mengapa Tidak Memperkuat Credible Voice? : Perempuan, Radikalisme dan Covid-19.” 

Webinar yang dilaksanakan pada Senin (20/7/2020) diikuti puluhan peserta melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Ruby Kholifah dari AMAN Indonesia dan Risyad Tabattala selaku Enterprise Partnership Manager Gojek.  

Baca Juga : Hari Anak Nasional, Seniman asal Malang Ciptakan Lagu Soal Guru

 

“Ini merupakan rangkaian road show webinar yang digelar Fakultas Teknik Unisba Blitar. Agenda kali ini melibatkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan bekerjasama dengan AMAN Indonesia," ucap Kaprodi Teknil Sipil Unisba Blitar, Hazairin melalui rilis yang diterima BLITARTIMES.

Hazairin melanjutkan, jegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa dan masyarakat tentang isu-isu kontemporer hari ini. Seperti  radikalisme dan media sosial. 

"Dengan webinar ini kita berupaya memperkuat jati diri bangsa. Penting bagi masyarakat berpegang pada tiga pilar kebangsaan dan mewaspadai isu-isu radikalisme,” ujarnya. 

Banyak paparan menarik yang disampaikan melalui Webinar ini. Diantaranya narasumber dari AMAN Indonesia membedah tren perubahan perempuan dalam ekstrimisme, perubahan credible voice dan menangkal radikalisme. 

“Webinar ini juga membedah bagaimana isu covid-19 dijadikan alat oleh para ekstrimis untuk merusak kepercayaan masyarakat pada institusi pemerintah,” terangnya. 

Diharapkan Webinar nasional yang digelar dapat membuka wawasan mahasiswa, akademisi dan masyarakat tentang dinamika perempuan dalam ekstrimisme. Serta bagaimana menanggulangi isu-isu ekstrimisme terhadap Covid-19.

“Kami berharap dan mendorong mahasiswa serta masyarakat mampu berperan aktif dalam penguatan jati diri bangsa,” pungkasnya (Adv).