Pandemi Covid-19, Penjualan Hewan Kurban di Tulungagung Menurun | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pandemi Covid-19, Penjualan Hewan Kurban di Tulungagung Menurun

Jul 24, 2020 16:09
Peternak saat memeriksa sapinya. (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Peternak saat memeriksa sapinya. (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Pedagang hewan kurban di Tulungagung mengeluhkan sepinya penjualan tahun ini. Jika biasanya sebulan sebelum Hari Raya Kurban sudah banyak yang memesan, tahun ini pembelian masih sepi.

Salah satu enjual kambing kurban, Shaim, mengeluhkan sepinya kondisi penjualan tahun ini. Biasanya sebulan sebelum hari raya kurban, sudah banyak pesanan hewan kurban. Namun sejak pandemi covid-19 mendera, pesanan hewan kurban menjadi lesu.

Baca Juga : Sekolah Swasta di Kota Madiun ini Bagikan Seragam dan LKS Gratis

Biasanya Shaim menyediakan sekurangnya 300 hewan kurban. Namun tahun ini hanya sekitar 100 ekor. “Tahun kemarin kami sampai menyediakan 300 ekor kambing. Tahun ini memang sedikit lesu,” ujar Shaim.

Kondisi ini, menurut Shaim, memang terpengaruh kondisi ekonomi yang mengalami kelesuan di pandemi covid-19.

Sementara itu, pedagang sapi kurban di Kelompok Tani Rukun Santosa Barokah Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Imam Mustakim juga mengeluhkan kondisi serupa.

Tahun sebelumnya seluruh sapi yang ada di kandang kelompoknya sudah laku terjual. Namun tahun ini dari kandang berisi 13 sapi, hanya terjual 3. Itu pun pembelinya dari pelanggan tetap.

Padahal untuk tahun lalu dirinya bisa menjual hingga 60 ekor sapi. “Ini baru laku 3. Biasanya kurang 2 minggu sudah laku semua,” ujar Imam.

Biasanya Imam  melayani pembeli hewan kurban dari Surabaya dan Sidoarjo. Namun kini belum ada pesanan dari kedua kota tersebut.

Baca Juga : Polres Tulungagung Bidik Tiga Sasaran selama Dua Pekan Operasi Patuh Semeru 2020

Selain pembeli yang turun, dirinya juga menghadapi masalah baru. Yakni menurunya harga jual hewan kurban.

Jika tahun sebelumnya mampu menjual dengan harga Rp 49-50 ribu per kilogram untuk sapi hidup, kini harganya Rp 46-48 ribu per kilogram. “Untuk harga juga turun, padahal untuk pakan tetap,” keluhnya.

Meski demikian, dirinya optimis seluruh sapi di kelompok ternaknya akan laku terjual.  

Di kelompoknya ada puluhan sapi yang dipelihara. Mulai dari jenis limosin, simental, PO, dan brahman. Rata-rata sapi di sini dijual di kisaran harga Rp  21-43 juta per ekor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
berita tulungagung pandemi covid19

Berita Lainnya