Dinas Kesehatan gelar sarasehan dan rembuk Stunting.(ist)
Dinas Kesehatan gelar sarasehan dan rembuk Stunting.(ist)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kembali menggelar sarasehan dan Rembuk Stunting dalam rangka konvergensi percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan Dana Desa dan pemanfaatan pekarangan untuk peternakan. Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, acara tersebut digelar di gedung Balai Desa Punjul, Kecamatan Plosokaten, Selasa (21/7/2020).

Hadir dalam acara tersebut Plt Camat Plosokaten, Mokhamad Saroni Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Kediri, Eka Candra, Kepala UPTD Puskesmas Pranggang drg. Wuyungsari, Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Bantuan Desa Heru Setiawan, perwakilan DKPP, Kades Punjul Agus Pamuji serta pihak terkait.

Baca Juga : Pemprov Jatim Terima Bantuan Alat PCR Terlengkap dari Yayasan Stapa Center

Andri dari DKPP menyampaikan materi tentang KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) atau P2L (Pekarangan Pangan Lestari). Menurutnya ketahanan pangan di lingkup keluarga dapat menenuhi kebutuhan gizi serta dapat membantu menekan angka stunting.

“Perkembangan tingkat konsumsi pangan juga merefleksikan tingkat pendapatan atau daya beli rumah tangga. Apabila pendapatan mencukupi, pola konsumsi pangan akan lebih beragam sehingga konsumsi pangan yang lebih bernilai gizi tinggi juga akan ikut meningkat,” jelas Andri.

“Konsepnya cukup sederhana, semuanya bisa melakukannya. Bisa diterapkan di pekarangan depan, samping rumah, atau belakang rumah. Seperti pemeliharaan sayuran, ikan, atau binatang ternak. Yang nantinya bisa memenuhi kebutuhan gizi dan pangan keluarga,” tambahnya.

Sementara itu Kepala UPTD Puskesmas Pranggang, drg. Wuyungsari mengatakan, semua siap mendukung menangani stunting termasuk peningkatan Dasa Wisma.

“Dengan meningkatkan Dasa Wisma, kegiatan yang tidak bisa disampaikan di masa pandemi bisa kita sampaikan. Fokus utamanya adalah untuk penurunan angka stunting yang selanjutnya bisa ditindaklanjuti oleh masyarakat terutama untuk para kader dan kepala desa,” jelas Wuyungsari.

Materi berikutnya dari Heru Setiawan dari DPMPD yang menyampaikan penggunaan dana desa untuk stunting, mengatakan, pada prinsipnya DD digunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : Percepat Tracing Pasien Covid-19, Pemkot Malang dapat Bantuan Alat PCR-Swab

"Termasuk kegiatan konvergensi penurunan angka stunting ini. Melihat respon dan antusias warga. Kami berharap Desa Punjul segera terbebas dari stunting,” harapnya.