Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Sejumlah 25 kelompok dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat mendapatkan Pembekalan dari Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg di Rektorat lantai 5 (Senin, 20/7/2020).

Prof Haris menyampaikan, tema dari UIN Mengabdi kali ini adalah Qaryah Thayyibah. Qaryah thoyyibah merupakan sekumpulan dari gugus Zurriyyah Thayyibah (keluarga harmonis) yang ada dalam suatu komunitas atau masyarakat.

Baca Juga : Fisipol dan LPPM UNISBA Blitar gelar Webinar Tangkal Hoaks, Ujaran Kebencian dan Intoleransi melalui Media

 

"Diharapkan teman-teman dosen itu bisa mengembangkan masyarakat sesuai dengan standar yang seharusnya, yang seharusnya itu adalah standar masyarakat yang baik," ucapnya.

Dalam pengabdian masyarakat ini, para dosen akan mengembangkan SDM yang ada di kampung tersebut. Sebab, kata Prof Haris, masalah SDM merupakan problem utama yang ada di negara-negara berkembang maupun Indonesia yang saat ini sedang mengarah menuju negara maju.

Selain itu, dosen juga akan melihat apakah pemerintahan desa melaksanakan tugasnya sesuai dengan yang seharusnya. Terlebih sekarang terdapat bantuan untuk kampung-kampung. Apakah mereka bisa menggunakan bantuan itu untuk kepentingan kemajuan kampung atau desanya.

"Jadi dosen datang ke sana menjadi fasilitator minimal, yaitu memberikan masukan, memfasilitasi, dalam arti mengajak mereka untuk bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh semua pihak, rakyat maupun pemerintah desa," timpalnya.

25 kelompok UIN Mengabdi ini terdiri atas 50 dosen. Mereka disebar ke 42 kecamatan di kota Malang, kabupaten Malang, dan kota Batu di sekitaran kampus 3. Prof Haris sendiri berpesan agar para dosen memprioritaskan masyarakat tetangga kampus.

"Kita hadir di masyarakat itu yang kita inginkan adalah bagaimana kita memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dan kita utamakan tetangga kita. Tetangga-tetangga kampus ini harus kita perhatikan, harus betul-betul kita prioritaskan, bukan berarti menomorsekiankan yang lain, tetapi mulai dari yang dekat," tuturnya.

Baca Juga : Disdikbud Akan Bukukan Sejarah Kota Malang untuk Konsumsi Siswa

 

Sementara yang di wilayah kota Malang, Rektor sudah MoU dengan Polresta Malang Kota untuk menerapkan kampung yang Qaryah Thayyibah. Konsep ini sendiri telah digagas UIN Malang sebelum adanya Covid-19.

"Memang sejak dulu kita punya konsep untuk Qaryah Thayyibah ini. Nah ketepatan Tuhan yang Maha Esa dengan kekuasaannya memberikan cobaan kita covid-19 ini jadi amat sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi sebelumnya sudah ada dan bertepatan ini (Covid-19) dijadikan media untuk itu," tandasnya.