Kapolres saat melihat ini mobil pintar (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Kapolres saat melihat ini mobil pintar (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Untuk membantu kegiatan belajar dan mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru ini, Polres Tulungagung meluncurkan mobil dan motor pintar. Apalagi saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, pembelajaran tatap muka belum diperbolehkan.

Ada 2 mobil dan 10 unit motor berisi buku bacaan. Nantinya seluruh kendaraan itu akan berkeliling ke desa-desa secara bergiliran.

Baca Juga : Solusi Pembelajaran PAI Daring, Ini Kiat dari PPPAI

“Untuk menggalakkan semangat membaca bagi anak-anak TK, SD dan SMP yang mereka berada di pelosok desa,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (16/7/20).

Desa yang diprioritaskan untuk sementara adalah desa yang sudah masuk kategori desa tangguh. Menyusul desa-desa pelosok yang minim akses internet, seperti di wilayah Kecamatan Tanggunggunung, Pagerwojo, Sendang dan Pucanglaban.

“Karena tidak setiap anak di desa ini kan bisa mengakses internet,” kata Kapolres.

Nantinya di desa yang dikunjungi akan didampingi oleh guru literasi di tiap desa. Sehingga selain membaca buku juga ada bimbingan belajar bagi siswa yang belum masuk sekolah.

“Yang nanti memberikan pelajaran adalah guru literasi tersebut,” terang Eva Guna.

Buku yang disiapkan sebanyak 1.500 buku. Buku-buku ini akan dipinjamkan secara cuma-cuma alias gratis. Motor dan mobil pintar akan berkeliling bergantian.

Buku-buku ini merupakan pinjaman dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung. “Ini merupakan kerja sama antara Tiga Pilar dan Bank BRI,” tuturnya.

Baca Juga : Masuk Zona Kuning, Kota Blitar Belum Terapkan Belajar Mengajar Tatap Muka

Disinggung potensi adanya pengumpulan masa saat kegiatan peminjaman buku, Eva Guna mengatakan dalam kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker dan physical distancing.

“Kita akan mengedukasi mereka untuk mematuhi protokol kesehatan, dan anak-anak akan dibatasi jumlahnya,” katanya.

Sementara itu salah satu warga yang berkunjung ke tempat wisata Tunggul Manik di Desa Krandingan, Kecamatan Pagerwojo, Luluk Elinova mengaku adanya kendaraan ini membantu warga di pinggiran Tulungagung, yang kesulitan mengakses perpustakaan lantaran jaraknya yang jauh dari pusat kota.

“Cukup membantu sekali, apalagi lokasi warga yang rumahnya jauh dari kota seperti saya,” ujar wanita ramah ini.