Pendaftaran calon guru penggerak (istimewa)
Pendaftaran calon guru penggerak (istimewa)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka seleksi tahap pertama calon Guru Penggerak yang dilaksanakan pada 23 sampai 30 Juli 2020 untuk menciptakan guru berkualitas dan bisa menjadikan murid mampu paham dengan apa yang harus dilakukan.

Berpijak pada filosofi Ki Hajar Dewantara yang menghadirkan tiga kata kunci yang perlu diterapkan bagi seorang guru, yaitu teladan, motivasi, dan berdaya atau merdeka, Kemendikbud meluncurkan program Guru Penggerak pada Jumat, 3 Juli 2020 lalu.

Baca Juga : Solusi Pembelajaran PAI Daring, Ini Kiat dari PPPAI

Melalui program ini, Kemendikbud berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada murid.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengatakan program guru penggerak dituntut untuk berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan berfikir secara menyeluruh.

"Guru penggerak ini dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak," ujar Iwan Syahril.

Analogi berhamba dalam hal ini kata Iwan adalah betul-betul totalitas apa yang diberikan oleh guru sebagai pendidik dan semua penggiat yang ada dalam ekosistem pendidikan dengan fokus kepada bagaimana melayani anak. "Inilah sebenarnya yang kita inginkan dari seluruh guru di Indonesia, seperti pesan Ki Hajar yaitu berpusat kepada murid," sambungnya.

Oleh karena itu, guru penggerak dituntut untuk dapat menjadi teladan, serta bisa memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memberdayakan murid. "Ini yang kita maksud sesuai dengan yang dipesankan oleh Bapak Pendidikan kita. Tumbuh kembang secara holistik yaitu jalan secara cipta, rasa, dan karsa. Tajam pikirannya lalu kemudian halus rasanya, lalu kuat dan sehat jasmaninya," ungkap Iwan.

Untuk itu, guru penggerak hadir sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan. Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemimpin ekosistem pendidikan di masa depan.

Baca Juga : Masuk Zona Kuning, Kota Blitar Belum Terapkan Belajar Mengajar Tatap Muka

Senada dengan Iwan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menilai apabila program Guru Penggerak terlaksana dengan baik maka tidak ada lagi guru yang tidak baik di daerah.

Menurutnya, program Guru Penggerak ini sesuai dengan visi dan misi Kota Malang yaitu menjadikan Malang bermartabat melalui pendidikan. "Inilah yang ditunggu oleh orang tua. Peran guru menjadi penggerak, karena sosok guru adalah digugu (dipercayai) dan ditiru ini selalu kami ingatkan," jelas Zubaidah.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri. Dia mengungkapkan program guru penggerak dapat menciptakan peserta didik yang berkarakter. 

"Seorang guru penggerak adalah mereka yang memiliki motivasi yang tinggi, Ia mampu mengidentifikasi siswanya sehingga sebisa mungkin siswanya pulang dari sekolah, mengerti apa yang dikerjakan," tutur Jumeri.