Ilustrasi bayi. Foto: iStock
Ilustrasi bayi. Foto: iStock

Masalah kejujuran warga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung. Terbaru, bayi baru lahir beserta bidan yang membantu persalinan harus menjalani karantina karena ibu si bayi kedapatan tak jujur telah reaktif Covid-19.

Atas kejadian tersebut, satu orang perangkat desa serta ibu dan bayinya yang berasal dari Kecamatan Sumbergempol harus dibawa ke Rusunawa IAIN Tulungagung untuk menjalani karantina. Sementara, bidan yang membantu persalinan harus karantina atau isolasi mandiri di rumah.

Sementara, petugas dari Gugus Tugas masih berupaya melalukan tracing untuk mengetahui kemungkinan adanya kasus lain. Pasalnya, usai dinyatakan reaktif, si ibu hamil ini sempat melakukan kontak dengan sejumlah orang.

"Pasien (bersalin) tidak jujur, saat datang hendak melahirkan (mengaku) kondisinya baik-baik saja," kata bidan praktek FA (35) yang memberikan pertolongan.

Karena membutuhkan pertolongan, FA melaksanakan tugasnya dan akhirnya si ibu hamil berhasil melakukan persalinan normal.
"Saat datang baik-baik saja, kemudian melahirkan normal dan anaknya cowok (laki-laki)," ujarnya.

Bidan yang cukup senior itu menyayangkan ketidakjujuran pasiennya yang sebenarnya merupakan perawat di rumah sakit swasta di wilayah Ngunut itu. 

Pasalnya, ternyata sebelum melahirkan sebenarnya pasien tersebut sudah menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif.
"Padahal sebelumnya di tempatnya kerja, sudah dites rapid dan reaktif," paparnya.

Akibatnya, pasca melahirkan pihak gugus tugas melakukan serangkaian tracing termasuk pada dirinya.

"Saya di rapid negatif, namun salah satu perangkat desa dinyatakan reaktif dan sekarang turut di karantina," ungkap FA.

Perangkat desa yang dimaksud kedapatan kontak langsung dengan pasien FA setelah menguruskan surat kelahiran karena pasien merupakan warganya.

"Sudah di-swab, hasilnya menunggu besok (hari ini-red)," tambahnya.

Meski negatif, FA dan beberapa orang yang pernah kontak erat dengan pasiennya itu kini harus melakukan isolasi atau karantina mandiri di rumah.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Galih Nusantoro membenarkan kejadian itu. Meski tidak menjelaskan secara detail, Galih memastikan jika dua orang dewasa dan satu bayi yang dimaksud telah masuk di Rusunawa IAIN Tulungagung untuk menjalani karantina sambil menunggu hasil swab keluar.

"Siapapun juga untuk taat pada tracing, test dan tindakan lain. Itu semua untuk memutus mata rantai penyebaran. Apalagi yang bersangkutan adalah perawat, justru seharusnya memberi contoh pada masyarakat yang lain," kata Galih, Jumat (10/07/2020) siang.