Ilustrasi ibu hamil. (Foto: halodoc).
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: halodoc).

Sejak kemunculannya pada Desember 2019 lalu di Wuhan China, Covid-19 seakan masih menjadi momok yang tak kunjung usai. Salah satu yang membuat masyarakat cemas, adalah kemungkinan adanya transmisi dari ibu ke janin.

Sebenarnya, penyakit ini telah diakui organisasi kesehatan dunia atau WHO dapat disembuhkan. Namun, penyebaran penularan ke berbagai penjuru dunia yang begitu pesat menjadikan masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga : Total Sembuh 70 Pasien, Tapi Kasus Baru Positif Covid-19 Kota Malang Masih Terus Muncul

Seperti diketahui, Covid-19 bisa menginfeksi siapa saja. Seperti orang tua dan orang-orang dari segala usia yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta dengan kondisi medis serius.

Lantas, selain golongan tersebut, benarkah ibu hamil juga termasuk yang rentan tertular Covid-19?

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan selain golongan orang dengan riwayat komorbid , ibu hamil dan anak-anak termasuk yang rentan tertular Covid-19.

"Ibu hamil, bayi, orang tua dan komorbid itu semuanya rentan (tertular Covid-19)," jelasnya.

Terlebih, jika kondisi ibu hamil mempunyai riwayat komorbid. Karenanya, kondisi imunitas tubuh bagi seseorang yang tengah hamil harus lebih dijaga.

Di Kota Malang, dari total kasus saat ini sebanyak 257 tercatat ada satu pasien ibu hamil usia 28 minggu dan terjangkit Covid-19. Yang mana telah meninggal dunia pada 18 Juni 2020 lalu.

Baca Juga : Ada 6 Orang Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Shelter

Penyebabnya, karena ada cardiac arrest atau kondisi jantung tiba-tiba berhenti berdetak, disertai dengan gagal nafas selama perawatan berlangsung.

"Itu ada komorbid-nya, sebagian ada yang memperberat di jantungnya selain cardiac arrest-nya itu," ungkap Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang ini.

Sehingga, meski di tengah pandemi Covid-19 ibu hamil harus selalu menjaga imunitas tubuhnya. Di samping terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), rajin mencuci tangan pakai sabun dan pemenuhan makanan dengan gizi seimbang.

"Sesuai juga dengan protap (prosedur tetap), rutin juga untuk memeriksakan kondisi kandungannya. Sehingga di samping untuk menjaga kondisi tubuhnya, juga untuk kesehatan janinnya," pungkasnya.