Plt Kadin Pendikpora Tulungagung, Hariyo Dewanto (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Plt Kadin Pendikpora Tulungagung, Hariyo Dewanto (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Pemkab Tulungagung berencana tak lagi memberikan seragam gratis bagi siswa kelas 1 dan 7.

Nantinya pemberian seragam gratis ini akan diwujudkan uang untuk dibelikan seragam oleh wali murid.

Baca Juga : Mampir ke Sekolah Kampung Tangguh, Wali Kota Malang Ajarkan Pancasila Hingga Surat Pendek

"Pemberian seragam gratis tahun ini ada perubahan," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung, Hariyo Dewanto.

Pria yang akrab disapa Yoyok itu melanjutkan, tidak semua murid mendapatkan bantuan uang untuk membeli seragam gratis ini. Hanya siswa dengan perekonomian yang kurang mampu yang mendapat bantuan uang membeli seragam.

Untuk pendataan siswa kurang mampu, sementara masih 15 persen dari total siswa kelas 1 dan 7 saat ini.

Nantinya sembari berjalan, pihak sekolah akan melakukan pendataan tambahan.

Bagi warga yang belum terdata dan merasa kurang mampu, bisa mendapat bantuan ini dengan meminta SKTM (surat keterangan kurang mampu) dari pemerintah desa/kelurahan setempat.

"Untuk kaitan mampu tidaknya yang tahu kan sekolah," tutur Yoyok.

Selain SDN dan SMPN, bantuan ini juga diberikan pada MI dan MTs.

Bantuan uang seragam ini nantinya akan dibelikan seragam oleh  orang tua murid. Sedang bagi warga mampu membeli seragam dengan menggunakan uang pribadi.

"Jadi tidak diberikan barang tapi beli (seragam) sendiri dengan uang yang diberikan lewat bank," terang Yoyok.

Seragam gratis meliputi seragam merah/biru putih, Pramuka, olahraga, tas, sepatu dan perlengkapan seragam lainnya.

Baca Juga : Hoaks! Kabar BPK dan KPK Telusuri Penggunaan Dana Beasiswa, Cek Faktanya

Hari ini, Selasa (30/6/20) pihaknya masih merapatkan besaran bantuan untuk pembelian seragam.

Disinggung dasar perubahan pemberian seragam gratis ini, Yoyok menjelaskan agar bantuan ini tepat sasaran.

Yoyok mengelak jika perubahan ini berkaitan dengan refocusing anggaran Covid- 19 Pemkab Tulungagung.

Selain itu juga merupakan hasil dari study banding ke Kota Solo yang sudah menerapkan hal serupa dan dianggap berhasil.

Yoyok juga menambahkan untuk pengadaan seragam gratis juga harus melalui proses lelang yang dianggap ribet, lantaran seragam gratis selalu molor pengadaannya.

"Lelang itu kan enggak bisa segera, selesainya bisa Desember, Januari akhirnya sia-sia," ucap Yoyok.