Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa (Foto: IG @sutrisna.wibawa)
Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa (Foto: IG @sutrisna.wibawa)

Sosok rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa kembali viral di media sosial.  

Bahkan, ia dianggap sebagai rektor idaman bagi para mahasiswa.

Baca Juga : Sebelum Ramai Tuntutan Mahasiswa, Universitas Brawijaya Sebut Sudah Susun Aturan UKT

Bagaimana tidak, aksi Sutrisna di media sosial ternyata sukses membuat warganet gemas dan ingin menjadi mahasiswanya.

Melalui akun Instagramnya @sutrisna.wibawa ia kerap membagikan foto atau video yang disertai caption yang memancing tawa warganet.  

Diketahui, Sutrisna merupakan Guru Besar Filsafat Jawa di UNY.

Ia juga seorang teknokrat yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.  

Sosoknya yang mengikuti perkembangan generasi milenial membuat Sutrisna dicintai warganet, terlebih mahasiswa.  

Diketahui, rektor 60 tahun ini memang sangat aktif dalam penggunaan media sosial.  

Di setiap postingannya, Sutrisna selalu menggunakan bahasa yang komunikatif, santai, dan interaktif.  

Seperti baru-baru ini, ia mengikuti #oplaschallenge yang sedang trend.  

Ia lantas membuat unggahan kocak yang menampilkan hasil dari #oplaschallenge itu adalah aktor Korea Lee Min Hoo.  

"Ikutan #oplaschallenge2020 aplikasinya pinter banget," tulis Sutrisna dalam keterangannya.  

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ikutan #oplaschallenge2020 aplikasinya pinter banget.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sutrisna Wibawa (@sutrisna.wibawa) pada

 

Selain itu, Sutrisna ternyata juga gemar menonton drama Korea. 

Saat itu, ia mengakui telah menonton drama Korea berjudul The King Eternal Monarch.  

Ia tampak berpose di depan pohon randu.  

Baca Juga : Amarah Brawijaya Anggap Kampus Blunder Soal Kebijakan Uang Kuliah Tunggal

 

"Sesungguhnya inilah salah satu alasan kenapa beberapa tahun ini saya konsen membuat Taman Randu Alas. Bukan hanya karena ingin menjaga dan melestarikan pohon Randu Alas yang tinggal beberapa pohon lagi di Yogyakarta, tapi karena di Randu Alas inilah gerbang dunia pararel itu berada, tanpa banyak yang tahu. Hanya para Rektor UNY yang bisa mengetahui dan membuka gerbang tersebut dengan menggunakan Manpasikjeok yang disembunyikan di dalam palu untuk prosesi wisuda. Itu pula yang menjadi alasan kenapa palu itu sangat sakral dan ajaib, sekali ketuk ribuan mahasiswa bisa lulus. Untuk ke depan, jika kalian selfie di Randu Alas, mohon berhati-hati, jangan sampai nyasar dan tidak bisa pulang. Korban Drama #thekingeternalmonarch #HaluTingkatRektor," tulisnya. 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sesungguhnya inilah salah satu alasan kenapa beberapa tahun ini saya konsen membuat Taman Randu Alas. Bukan hanya karena ingin menjaga dan melestarikan pohon Randu Alas yang tinggal beberapa pohon lagi di Yogyakarta, tapi karena di Randu Alas inilah gerbang dunia pararel itu berada, tanpa banyak yang tahu. Hanya para Rektor UNY yang bisa mengetahui dan membuka gerbang tersebut dengan menggunakan Manpasikjeok yang disembunyikan di dalam palu untuk prosesi wisuda. Itu pula yang menjadi alasan kenapa palu itu sangat sakral dan ajaib, sekali ketuk ribuan mahasiswa bisa lulus. Untuk ke depan, jika kalian selfie di Randu Alas, mohon berhati-hati, jangan sampai nyasar dan tidak bisa pulang. Korban Drama #thekingeternalmonarch #HaluTingkatRektor

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sutrisna Wibawa (@sutrisna.wibawa) pada

 

Tak ayal, unggahan-unggahan Sutrisna itu langsung dibanjiri oleh warganet.  

Mereka bahkan berharap untuk dijadikan salah satu mahasiswa dari Sutrisna.  

@satifa.q : "Paaaak jadikan aku salah satu mahasiswamuu asli ngefans bgt."

@zelanzholillah : "Lihat postingan ini membuat saya makin yakin mau kuliah di UNY, Prof."

@setia_poe : "lie min hoo cabang UNY."

@tiasofwanaji : "Bapak, di UNY ada S3 jurusan humor kah? Kok saya kuliah 7 tahun di UNY blm tau? Apa saya terlalu cepat lulusnya? Mohon pencerahannya, pak."

@asmakulupani : "Gak nyangka pak rektor suka drakor."