Ilustrasi santri. (Sumber: gardanasional.id)
Ilustrasi santri. (Sumber: gardanasional.id)

New normal life atau tatanan kehidupan baru juga akan diterapkan di lingkungan pesantren. Kementerian Agama sendiri akan segera membuka kembali operasional pesantren secara penuh, dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) untuk memberikan pendampingan pada santri yang kembali ke pesantren.

Baca Juga : Polisi Warning Penyerobotan Suplai Bantuan JPS di Tulungagung

"Kami mohon dengan sangat Pak Rektor dan keluarga besar UIN Maliki bersama-sama dengan UIN dan Kopertais akan melakukan pendampingan dari proses kembalinya santri ke pondok pesantren," pintanya.

Hal ini disampaikan Khofifah beberapa waktu yang lalu dalam Webinar "Persiapan Mental Menuju New Normal Life" yang digelar UIN Malang melalui aplikasi Zoom.

Nantinya, akan dibuat format-format kembalinya santri yang disiapkan bersama secara komprehensif bersama dengan Pemprov, Polda Jatim, dan Kodam V/Brawijaya.

Dalam penyiapan kembalinya santri ke pesantren ini, Khofifah juga meminta UIN Malang untuk membentuk tim task force. Sebelum pendampingan secara keseluruhan, tim memformulasikannya dulu kepada role model beberapa pesantren.

"Kemarin Pak Kapolda dengan Pak Pangdam sudah punya titik di mana kita menyiapkan role model di mungkin tidak terlalu banyak pesantren dulu," paparnya.

Baca Juga : Jelang New Normal, Rektor dan Pengurus Ponpes Bakal Dikumpulkan

Dalam pendampingan ini, UIN Malang bisa menyiapkan beberapa hal. Mulai dari APD, disinfektan, masker, hand sanitizer, dan lain-lain. Dengan begini diharapkan nantinya juga akan muncul pesantren-pesantren tangguh di Jawa Timur.

"Ini akan berseiring dengan apa yang disampaikan Pak Kapolda dan Pak Pangdam, kemungkinan kita bisa menginisiasi Pesantren Tangguh. Insya Allah Pemprov siap untuk bisa support di pesantren tangguh. Kita maksimalkan untuk melindungi seluruh keluarga besar yang ada di pesantren," tandasnya.