Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro (Joko Pramono for Jatim TIMES)

4 pasien positif Covid-19 Kabupaten Tulungagung dinyatakan sembuh hari ini, Jum’at (29/5/2020). Keempat pasien itu sempat menjalani perawatan dan isolasi di rusunawa IAIN Tulungagung. 

3 dari pasien sembuh itu berasal dari Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol dan 1 pasien dari Desa Bangunjaya, Kecamatan Pakel.

Baca Juga : 613 Pedagang Pasar Besar Kota Batu Ikuti Rapid Test, Hasilnya 5 Reaktif

“3 orang dari (desa) Jabalsari dan satu dari Bangunjaya Kecamatan Pakel,” ujar Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro.

Identitas pasien sembuh dari Desa Jabalsari adalah Bero, Mujiono dan Sukron. Sedang dari Desa Bangunjaya adalah Sumardji yang merupakan karyawan pabrik rokok di Pakel.

Swab ke-4 pasien itu diketahui Kamis (28/5/2020) kemarin dan ditindaklanjuti dengan rapid tes. Hasil dari rapid tes menunjukan ke-4 nya IGG sehingga dinyatakan sembuh.

“Hari ini dilakukan rapid dinyatakan IGG dan dinyatakan sembuh dan boleh pulang,” terangnya.

Untuk Sumardji, awalnya merupakan pasien PDP. Dirinya sempat melakukan rapid di Puskesmas Bangunjaya dan reaktif. Setelah reaktif, Sumardji menjalani swab tenggorokan dan hasilnya diketahui sekitar seminggu kemudian dengan hasil negatif.

Sedang untuk pasien dari Desa Jabalsari, dinyatakan positif setelah tertular dari MA.

Dengan kesembuhan ini, dari karyawan pabrik rokok masih ada sekitar 14 orang yang dikarantina sembari menunggu hasil swab keluar. Sedang dari Jabalsari masih ada 4 orang.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Asal Kabupaten Malang di Rusunawa Tidak Mendapatkan Treatment Khusus

Untuk karyawan pabrik rokok, meski sudah banyak yang reaktif, pihaknya masih belum bisa menentukan asal muasal penularannya.

“Belum, karena kami di Tulungagung masih melakukan tracing (pelacakan), pada faktanya kami menemukan disinyalir transmisi virusnya bukan (berasal) dari Tulungagung atau karyawan yang dari luar Tulungagung,” terang Galih.

Galih berdalih hal itu dikarenakan temuan awal diketahui berdasar histori karyawan pabrik rokok yang reaktif terjadi pada tanggal 1 Mei. Sedang karyawan pabrik rokok di Kediri sudah berobat di Kediri pada tanggal 27 April dan dinyatakan positif beberapa hari kemudian.

“7 hari sebelumnya (karyawan di Kediri) dia sudah terinfeksi,” kata Galih.

Dengan tambahan jumlah pasien sembuh ini, total ada sekitar 18 pasien yang dinyatakan sembuh dari total 57 akumulasi pasien positif Covid-19. Saat ini ada sekitar 38 pasien dirawat dan 1 pasien meninggal.