Posko untuk isolasi 28 Rumah di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Posko untuk isolasi 28 Rumah di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Sebanyak 28 rumah di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, terpaksa diisolasi selama 2 pekan. Hal tersebut dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) setelah dua warga disekitar lingkungan itu terkonfirmasi positif yang diumumkan sepekan sebelumnya oleh Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Tulungagung.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa (Kades) Kepuh Winarto ke wartawan, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga : Surabaya Bisa Jadi Wuhan karena Covid-19, Ahli Sebut Kondisi yang Tidak Aman

 

"Setelah diketahui dua warga kami terkonfirmasi positif akhirnya kami mengambil kebijakan untuk mengisolasi lingkungan sekitar tempat tinggal warga itu," ucapnya.

Isolasi di 28 rumah di Desa Kepuh direncanakan selama 14 hari atau 2 pekan. Yakni dari tanggal 23 Mei 2020 lalu hingga sepekan ke depan.

"Selama isolasi  kebutuhan warga sehari-hari akan dipenuhi oleh Pemdes. Kami akan memberikan dana talangan terlebih dahulu karena sifatnya mendesak," ujar Winarto.

Selama di isolasi, Winarto juga mengaku belum memberikan pendampingan psikologis, namun pihak desa akan segara mengusahakan pendampingan, supaya psikologis masyarakat bisa pulih.  

"Kita upayakan segera ada pendampingan psikologis. Masyarakat tidak boleh menjadi trauma berkepanjangan," terangnya.

Baca Juga : KAI Jatim Siap Backup Dokter Aditya Janottama "Whistleblower" Covid-19 di Surabaya

 

Dirinya berharap kondisi yang menimpa warganya itu juga bisa dibantu oleh pihak Pemkab Tulungagung. 

" Kami tidak bisa berjalan sendiri menghadapi penyebaran Covid-19 ini. Semua pihak kami harap berpartisipasi termasuk Pemkab Tulungagung," pungkasnya.