Bupati dan Kapolres Periksa Kesiapan Posko Covid-19 di Stasiun dan Terminal | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Bupati dan Kapolres Periksa Kesiapan Posko Covid-19 di Stasiun dan Terminal

Apr 02, 2020 18:09
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju merah) dan Kapolres  Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia saat melihat kesiapan petugas yangb jaga di Posko covid-19 di Stasiun Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju merah) dan Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia saat melihat kesiapan petugas yangb jaga di Posko covid-19 di Stasiun Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Bupati Tulungagung disertai oleh Kapolres Tulungagung melakukan pemeriksaan ke Posko Covid-19 yang ada di Terminal Gayatri dan Stasiun Tulungagung.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan petugas dan peralatan yang ada di kedua posko itu.

Di kedua posko itu dilengkapi dengan bilik sterilisasi. Bilik ini menggunakan cairan antiseptic yang tidak berbahaya bagi kesehatan sehingga aman bagi manusia.

“Nantinya bukan hanya di stasiun dan terminal saja, tapi juga di tempat-tempat umum seperti pasar,” ujar Bupati tulungagung, Maryoto Birowo, Kamis (2/4/20).

Setiap penumpang yang turun di Terminal dan Stasiun selain harus melewati bilik sterilisasi, mereka akan diperiksa suhunya dengan menggunakan thermo gun (pengukur suhu).

Dari pantauan lapangan, petugas yang berjaga di Posko menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Mereka memeriksa setiap orang yang baru turun dari bus atau kereta api.

Di setiap posko juga ada ambulan yang siap sedia jika ada pasien yang saat diperiksa mempunyai gejala klinis mirip covid-19.

Untuk pasar sendiri pihaknya sudah menyediakan tempat suci tangan bagi warga dan pedagang.

Sementara itu Kapolres Tulungagung, AKBP eva Guna Pandia mengatakan tujuan pembentukan posko di terminal dan stasiun sebagai langkah antisipasi untuk memutus penularan covid-19.

Apalagi stasiun dan terminal merupakan tempat kedatangan orang dari luar kota yang belum tentu sehat dan memungkinkan membawa covid-19 masuk ke Tulungagung.

“Kita laksananakan pengecekan, terutama suhu badan dan juga pendataan,”  ujarnya.

Pendataan yang dimaksud adalah untuk mengetahui tujuan dan riwayat perjalanan penumpang yang turun di terminal dan stasiun.

Dirinya mencontohkan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari negara terpapar, maka dengan pendataan bisa dilakukan pemantauan terhadap mereka.

“Kalau kita mendapati data itu maka mereka menjadi ODP (orang dalam pemantauan), orang dipantau enggak usah takut,” tutur Kapolres.

Untuk ODP pihaknya menghimbau agar mengisolasi diri dirumah selama 14 hari.  Untuk pengecekan kesehatan akan dilakukan petugas yang melakukan kunjungan ke alamat ODP.

Disinggung seberapa efektif pendirian posko ini untuk memantau kesehatan warga yang baru tiba, Kapolres dengan yakin mengatakan sangat efektif.

“cukup efektif, karena kita harus memantau semua yang masuk ke Tulungagung,” tandasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya