anggota banser menyemprot cairan disinfektan di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung (Joko Pramono for Jatim Times)
anggota banser menyemprot cairan disinfektan di Kelenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung (Joko Pramono for Jatim Times)

Corona (covid-19) tengah menyerang wilayah Indonesia. Ratusan orang sudah terjangkit virus mematikan ini. 

Penularan virus ini sudah hampir merata di seluruh provinsi di Indonesia.  

Untuk menghadapi covid-19 diperlukan kerjasama semua pihak tanpa memandang status sosial dan etnis.

Seperti yang dilakukan oleh Pemuda Anshor Bnaser Nahdlatul Ulama Tulungagung yang melakukan baksti sosial penyemprotan disinfektan terhadap sejumlah tempat ibadah seperti kelentheng dan Wihara, Rabu (25/3/20).

“Dalam membasmi Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujar ketua GP Ansor Banser Tulungagung, Khoirul Rifa’I selepas melakukan penyemprotan di Klentheng Tjoe Tik Kiong Tulungagung.

Penyemprotan tempat ibadah ini dilakukan oleh pengurus GP Ansor di 19 Kecamatan di kabupaten Tulungagung secara serentak.

Penyemprotan ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga terror covid-19 di Indonesia berakhir.

Pengurus klentheng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Endang Rahayu Ningsih mengapresiasi bakti sosial yang dilakukan GP anshor. 

Bakti sosial ini kata Endang juga sebagai bentuk persatuan warga Indonesia dalam menghadapi covid-19.

“Kita harus bersatu melawan Covid-19, jadi kita harus waspada seperti penyemprotan disinfektan ini,” ujar Endang.

Selain mengandalkan penyemprotan dari GP Anshor, pihaknya juga telah menyediakan disinfektan untuk membersihkan tempat ibadah tersebut.

Phaknya berharap agar penyem[protan disinfektan in tak hanya dilakukan hari ini saja, karena penyebaran covid-19 belum diketahui kapan berhentinya.

“Ini diulang lagi, entah virusnya akan mati berapa bulan kita enggak tahu sampai kapan,” ujarnya.

Pihaknya tidak bisa melarang siapapun untuk beribadah di klentheng ini. 

Namun pihaknya selalu waspada. Setiap pengunjung kelenteng akan disterilkan agar tidak membawa virus berbhaya dalam kelenteng.

“Jika ada umat yang berdo’a, kita juga enggak bisa melarang, tapi kita juga harus waspada, sehingga kita juga sedia (disinfektan),” ujar Endang.

Dalam penyemprotan disinfektan ini, seluruh ruangan di Kelenteng disemprot. 

Mulai dari gerbang, pagar, tempat duduk, peralatan sembahyang dan sekitar altar sembahyang.

 

 

<