Warga melewati lorong Disinfektan di perumahan PJP 2 (Joko Pramono for Jatim Times)
Warga melewati lorong Disinfektan di perumahan PJP 2 (Joko Pramono for Jatim Times)

Untuk mencegah menyebarnya corona 9 (covid-19) di lingkungan perumahan,  setiap masyarakat hendaknya mempunyai inisiatif atau ide untuk mencegahnya. Baik dilakukan secara mandiri atau bergotong royong.

Seperti di Perupahan Jepun Permai (PJP) 2  di RT. 5/ RW. 5 Kelurahan Jepun Kecamatan Kota.

Lantaran khawatir covid-19 masuk ke wilayah perumahanya, warga di perumahan itu bahu-membahu membuat lorong disinfektan di pintu masuk perumahan itu.

Pembangunan lorong ini dilakukan secara swadaya oleh penghuni perumahan PJP 2.

“Kita buatnya patungan, anggaran yang terkumpul sekitar Rp 2 jutaan,” ujar ketua RT perumahan itu, Suwarno, Rabu (25/3/20).

Lorong ini dibuat menggunakan plastik transparan dengan lebar sekitar 2,5 meter, panjang 3 meter. 

Rangka lorong dibuat dari bambu. Selanjutnya, di rangka itu dipasang pipa yang dilengkapi dengan sprayer (pengkabut). 

Air yang dicampur dengan disinfektan dialirkan melalui pipa dan dikabutkan melalui sprayer.

Untuk disinfektan, warga membuat sendiri dengan mencampur setengah liter khlorin dengan 250 liter air.

“Jadi nanti warga ataupun orang yang berkunjung ke perumahan PJP 2 wajib melewati lorong ini dan disemprot disinfektan agar steril,” ujarnya lebih lanjut.

Apalagi di perumahan yang ditinggali oleh 38 keluarga itu sering ada tamu dari luar kota.

Sehingga warga yang ada khawatir jika tamu membawa virus covid-19.

Pihaknya juga sudah melakukan petunjuk pemerintah untuk menjaga jarak (social distancing) dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Walau kita sudah menjaga di area kita, kita enggak tahu ada tamu, sehingga ada ide dari warga memasang (lorong disinfektan) di pintu masuk PJP 2,” tutur Suwarno.

Sementar itu Plt Kelurahan Jepun, Priyogi Rudi mengapresiasi warga PJP 2 yang memasang lorong disinfektan ini.

Kedepan pihaknya akan meminta perumahan lainya di kelurahan Jepun untuk memasang lorong serupa.

“Memang harapan saya seperti itu, enggak hanya di PJP 2 ini, ini sebagai contoh, nanti yang lainya bisa mengikuti seperti ini,” kata Priyogi.

Selain itu untuk menjaga masuknya covid-19 di kelurahan Jepun, Priyogi meminta jika ada keluarga warga Jepun yang baru bepergian dari luar kota, untuk kiranya memeriksakan kesehatanya ke fasilitas kesehatan.

“Agar nanti bisa memberikan keterangan (warga yang baru datang) sehat atau tidak,” tandas Priyogi.

<