Direktur RSUD dr. Iskak, Supriyanto  saat melewati bilik disinfektan di Satpas SIM Polres Tulungagung (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Direktur RSUD dr. Iskak, Supriyanto saat melewati bilik disinfektan di Satpas SIM Polres Tulungagung (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Trend penularan Corona (Covid-19) kian meningkat. Dari data per Selasa (24/3/20), kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah menjadi 686 kasus. Kasus positif ini tersebar di sejumlah provinsi. 

Total 55 orang meninggal di Indonesia akibat Covid-19 dan 30 orang dinyatakan sembuh.

Untuk menekan penyebaran itu diperlukan langkah cepat untuk mendeteksi penularan Covid-19. Seperti RSUD dr. Iskak yang telah memesan 10 ribu rapid tes Covid-19 dari Tiongkok.

Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, Supriyanto kepada awak media yang menemuinya. Supriyanto mengatakan, pihaknya telah memesan 10 ribu rapid test untuk mempercepat penemuan positif Corona di Tulungagung.

“Kita masih menunggu 10 ribu rapid test yang sudah kita pesan, dari China,” ujarnya.

Rapid test ini diharapkan sudah sampai di Tulungagung pada hari ini atau besok, setelah sebelumnya dijadwalkan datang pada beberapa hari yang lalu.

“Kalau ndak hari ini ya besok, harapanya biar cepat sampai dan bisa digunakan,” ungkapnya.

Alat ini diharapkan bisa mempercepat penemuan orang yang positif Covid-19, sehingga penanganan bisa segera dilakukan dan mencegah penyebaran lebih luas. Dengan menggunakan alat ini, hasil tes Covid-19 bisa diketahui dalam waktu 15 menit saja.

“Waktunya tidak lama cuman 15 menit sudah diketahui hasilnya,” ucap Supriyanto.

Sementara itu Humas RSUD Dr Iskak Tulungagung, Mohammad Rifa’i mengakui saat ini pihaknya masih menunggu pesanan 10 ribu rapid test yang awalnya diprediksikan datang pada Jumat (21/03) yang lalu namun karena ada penundaaan, diharapkan pada hari ini atau besok sudah terkirim ke Tulungagung.

“Iya itu pengadaan dari kami sambil menunggu bantuan dari pusat,” terangnya.

Penggunaan alat ini nantinya akan diprioritaskan bagi Orang Dengan Resiko (ODR), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Untuk itu pihaknya akan meminta data dari Satgas untuk daftar orang-orang di atas.

“Kita prioritaskan ODR, ODP dan PDP, informasi sementara saat ini seperti itu,” pungkasnya.

 

<