Masker buatan Iwan yang laris manis (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Masker buatan Iwan yang laris manis (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Hanya dua hari setelah membuka order maskernya via online, Gendis Konveksi Lumajang akhirnya menutup permintaan masker karena keterbatasan bahan kain katun, sebagai bahan utama masker buatannya.

Iwan Gendis, pemilik usaha konveksi ini menyatakan, pada hari ini Selasa (24/3) ia sudah mengumumkan penutupan order melalui akun FB-nya, karena untuk menerima pesanan berikutnya, harus ada bahan yang cukup sebagai persediaan masker.

"Kalau tenaga saja mungkin masih kita siasati untuk menambah. Yang jadi masalah adalah bahan yang kami miliki mulai menipis dan untuk mendatangkan kembali butuh waktu," kata Iwan Gendis melalui sambungan telepon, hari ini, Selasa (24/3).

Diakui Iwan Gendis, sejak mulai dipasarkan Senin kemarin, pihaknya sudah menerima pesanan sebanyak 15 ribu masker dan saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh tenaga yang ada di perusahaannya.

"Jika bahan segera datang, mungkin pada hari jumat kita akan buka kembali order masker. Untuk saat ini sementara kita tutup, karena khawatir pemesannya kecewa karena keterbatasan bahan," jelas Iwan kemudian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejak kemarin Iwan membuka order masker dengan tulisan Lumajang Eksotik, dan sejak order dibuka, pesanan terus mengalir, hingga mencapai 15 ribu masker dalam dua hari, sampai dengan hari ini.

Sementara melalui media sosial, ternyata banyak juga warga yang menginginkan masker buatan Iwan. Namun Iwan meminta maaf melalui akun FB-nya untuk sementara tidak melayani, karena hampir bisa dipastikan akan kehabisan bahan.

Iwan menjual masker buatannya seharga Rp 5 ribu untuk 3 buah masker. Harga yang cukup terjangkau untuk saat ini, karena masyarakat sangat membutuhkan.

<