Tampilan shuffle card Check COVID-19 di aplikasi Gojek (kiri) dan Layanan Check COVID-19 di aplikasi Halodoc. (Foto: Gojek)
Tampilan shuffle card Check COVID-19 di aplikasi Gojek (kiri) dan Layanan Check COVID-19 di aplikasi Halodoc. (Foto: Gojek)

Merebaknya virus Corona atau penyakit Covid-19 ke berbagai belahan dunia membuat semua orang meningkatkan kewaspadaan. Di Indonesia, data terakhir per 23 Maret 2020 kasus ini mencapai 579.

Tak dapat dipungkiri, banyak masyarakat dalam hal ini mulai menjaga diri dengan menerapkan social distancing dan menjaga kesehatan.

Namun, tak sedikit pula yang masih melakukan aktivitas di luar rumah. Hal inilah yang membuat perusahaan teknologi Gojek menghadirkan inovasi layanan kesehatan. 

Melalui 'GoMed', Gojek bekerja sama dengan Halodoc dan Kementerian Kesehatan (Kesehatan) membuka layanan telemedicine check Covid-19 guna membantu penanganan virus Corona di Indonesia.

Sehingga, jika ada yang ingin mendapatkan konsultasi kesehatan atau melakukan chek Covid-19 kini sudah lebih mudah. Sambil menunggu order makanan atau minuman misalnya, sembari melakukan chek up kesehatan. 

Layanan telemedicine check COVID-19 dari Halodoc tersedia dalam bentuk shuffle card di aplikasi Gojek dan didukung lebih dari 20 ribu dokter berlisensi dan berpengalaman di dalam ekosistem Halodoc.

Melalui layanan ini, pengguna aplikasi Gojek bisa memilih shuffle card check COVID-19 di tampilan aplikasi Gojek, untuk selanjutnya diarahkan ke laman Halodoc. 

Kemudian, pengguna dengan mudah bisa memulai untuk konsultasi kesehatan yang sedang dialami dan melakukan self-assessment atau pemeriksaan sendiri berkaitan dengan Covid-19 dengan pilihan dokter yang juga bisa dipilih sendiri.

Apabila ada dugaan terindikasi penyakit Covid-19, dokter dari Halodoc akan memberikan upaya penanganan dengan meminta pengguna untuk menerapkan isolasi diri di rumah. 

Sedangkan, obat yang diresepkan akan diantar oleh Gojek. Hal tersebut, sebagai salah satu bentuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

Namun, jika dari gejala yang dikonsultasikan dirasa membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka dokter juga akan memberikan rujukan ke rumah sakit. 

Mitra dokter Halodoc telah mendapatkan pelatihan dan memiliki pengetahuan yang memadai sesuai anjuran Pemerintah dan WHO mengenai Covid-19, supaya bisa memberikan konsultasi dengan tepat.

Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg Oscat Primadi menyampaikan penanganan pandemi Covid-19 yang merupakan kejadian luar biasa memang membutuhkan kolaborasi antar pemerintah dan swasta. 

Melalui kolaborasi ini, diharapkan sistem penanganan Covid-19 yang disusun pemerintah bisa berjalan secara komprehensif.

"Solusi telemedicine yang ditawarkan sangat membantu sistem kesehatan Indonesia dalam menyaring pasien dengan risiko Covid-19. Tidak hanya itu, Gojek dan Halodoc memiliki akses untuk menyebarkan informasi dan edukasi pencegahan Covid-19 kepada puluhan juta masyarakat Indonesia," ungkapnya melalui keterangan tertulis.

Inovasi telemedicine ini didesain untuk memperkuat upaya Pemerintah menangani pandemi Covid-19. Sebab, berdasarkan data WHO, sekitar 80 persen pasien Corona di dunia hanya mengalami gejala ringan, dan bisa sembuh dengan perawatan di rumah tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Sehingga, melalui layanan ini pasien bisa tetap di rumah. Layanan telemedicine juga membantu pemerintah untuk fokus dalam menangani pasien Covid-19 yang berisiko tinggi atau berada dalam kondisi menengah-parah.

Co-CEO Gojek Grup, Andre Soelistyo mengatakan, melalui layanan ini semua elemen akan ikut diarahkan untuk memperkuat penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Tidak lepas dari ini, tentu para mitra driver dan mitra merchant kami yang membantu masyarakat Indonesia melewati masa sulit ini. Merekalah yang membantu masyarakat untuk mendapatkan barang, makanan dan obat-obatan yang diperlukan," jelasnya.

Sementara itu, CEO Halodoc Jonathan Sudarta menyatakan dengan situasi seperti saat ini memang diperlukan terobosan yang dapat memudahkan masyarakat untuk memastikan kondisi kesehatannya. 

Melalui sistem pemeriksaan awal ini, akan membantu menyaring masyarakat dengan risiko Covid-19 rendah, medium hingga tinggi.

"Kami juga telah menyiagakan lebih banyak dokter sehingga masyarakat bisa berkonsultasi secara gratis kepada dokter di kategori Covid-19 kapanpun dan di manapun. Supaya, sistem layanan kesehatan Pemerintah bisa difokuskan kepada penanganan pasien Covid-19," terangnya.

<