Potret dokter Hadio yang ramai diperbincangkan di media sosial dan ternyata hoax
Potret dokter Hadio yang ramai diperbincangkan di media sosial dan ternyata hoax

Foto mengharukan yang memotret sebuah pertemuan antara seorang laki-laki dan dua anaknya viral di media sosial. Foto tersebut disebut-sebut sebagai potret dari dr. Hadio Ali Khazatsin, salah satu dokter yang gugur saat menjalankan tugasnya melawan virus Corona.

Salah satu akun yang menyebut jika foto tersebut merupakan foto terakhir dari dokter Hadio adalah akun Gunawan Wibisono di Facebook. Dalam unggahan itu, akun Gunawan Wobisono menyertakan sebuah foto yang dia sebut sebagai foto pertemuan terakhir dr. Hadio dengan ke dua puteri kecil dan sang istri.

Dalam foto terpotret ada dua gadis mungil yang memandangi seorang pria yang berdiri di luar pagar rumah dengan mengenakan masker. Pria bermasker yang hanya berdiri di luar pintu gerbang dan tak mendekat itu adalah dr. Hadio yang sengaja datang di tengah masa karantinanya untuk menjenguk anak beserta istrinya.

"Dokter Hadio
Foto terakhir Dojter Hadio Ali Khazatsin saat beliau menyempatkan diri pulang ke rumah, di tengah masa karantinanya.

Ia terpapar virus. Demi menjaga keluarganya tak ikut sakit, ia tak masuk ke dalam rumah dan hanya berdiri di pagar, menatap dua buah hatinya yang masih kecil dari jauh. Bu Hadio yang tengah mengandung anak ke tiga, mengabadikan momen yang tak terlupakan ini.

Dokter Hadio adalah salah satu dokter yang meninggal karena terpapar corona. Ada lima dokter yang gugur hari itu. 
Semoga pengorbanan para tenaga medis tidak sia-sia. Mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga mereka yang ditinggalkan dikuatkan," tulis akun Gunawan Wibisono sembari mencantumkan sebuah emoji.

Pemandangan luar biasa mengharukan itu pun menyedot perhatian warganet. Puluhan ribu komentar mendarat pada unggahan tersebut. Selain itu, ada ribuan pula akun yang membagikan ulang unggahan yang cukup menyayat hati tersebut.

Namun belakangan, disebut jika foto tersebut bukanlah foto dari dokter Hadio. Melainkan foto tersebut merupakan potret seorang dokter asal Malaysia. Sepupu dari dokter tersebut yaitu Ahmad Effendy Zailanudin membagikan foto tersebut ke laman Facebooknya.

Dalam keterangan foto ia menyebut jika pria yang juga merupakan dokter tersebut terpaksa hanya berdiri di pagar rumah untuk melepas kangen pada keluarga. Dokter tersebut tak mendekat lantaran saat ini tengah ditugaskan merawat pasien Covid-19 di Malaysia.

Meski begitu, sebelumnya Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan duka atas berpulangnya beberapa dokter anggota IDI sebagai korban pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan dalam akun resmi Twitter PB IDI.

"IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi Covid-19," tulis akun twitter @PBIDI.

Sedikitnya ada enam dokter PB IDI yang meninggal dunia saat menangani pasien. Mereka adalah dr Hadio Ali SpS (IDI Cabang Jakarta Selatan), dr Djoko Judodjoko, SpB (IDI Cabang Kota Bogor), dr Laurentius P, SpKJ (IDI Cabang Jakarta Timur), dr Adi Mirsaputra SpTHT (IDI Cabang Kota Bekasi), dan dr Ucok Martin SpP (IDI Cabang Medan), serta dr Toni D Silitonga (IDI Cabang Bandung Barat).

 

<