Bilik SICO, inovasi dari Mahasiswa UB. (Foto: istimewa)
Bilik SICO, inovasi dari Mahasiswa UB. (Foto: istimewa)

Berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Pemerintah Kota Malang menyiapkan 20 bilik sikat corona atau bilik SICO untuk membantu creening mencegah penyebaran covid-19. Bilik SICO rencananya disebar di sejumlah titik keramaian di Kota Malang.

Bilik SICO memiliki fungsi menyemprotkan desinfektan kepada orang yang berada di dalamnya. Alat sterilisasi manusia dari virus dan kuman ini merupakan ciptaan tujuh asisten laboratorium proses manufaktur 1 Teknik Mesin FT UB.

SICO buatan Muhammad Arief Hidayat, Rafi Ramaditya, Syahrizal Maulana, Ferdiansyah Pria Nugroho, Gilang Wisnu Syah Putra, Achmad Alwan Hidayat, dan Vicky Ihz itu bersifat sederhana, fungsional, dan murah.

Syahrizal menjelaskan,  bilik SICO dilengkapi satu spray yang  mengeluarkan cairan antiseptic dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Sehingga diperlukan standart operational procedure(SOP) dalam menggunakannya, mengingat antiseptic yang digunakan mengandung alkohol dan mudah terbakar.

Berikut tiga  hal yang perlu diketahui dalam menggunakan bilik SICO. Pertama, dalam SOP dijelaskan bahwa bahwa orang yang masuk pada bilik SICO dipastikan menyalakan alat melalui tombol on/off di dalam bilik.

Kedua, saat spray otomatis menyala, diharuskan dalam kondisi mata tertutup dan menunduk.

Ketiga, setelah itu, berputar 60 derajat agar cairan antiseptic mengenai seluruh tubuh. "Diimbau kepada semua yang akan menggunakan SICO agar membaca SOP," tegas Syahrizal.

Ia berharap, alat SICO ini bisa membantu masyarakat dalam penanganan virus corona agar tidak menyebar luas

Sebagai tambahan, dalam  pembuatan alat itu, ketujuh mahasiswa tersebut dibimbing oleh dosen Teknik Mesin Dr Sugiarto ST MT dan Dr Eng Eko Siswanto ST MT.

 

<