Komika Bintang Emon. (Foto: instagram @bintangemon
Komika Bintang Emon. (Foto: instagram @bintangemon

Meski kampanye #dirumahaja sudah marak dilakukan pemerintah dan juga para figur publik, masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Salah satunya, karena tuntutan perekonomian.

Padahal kebijakan untuk self quarantine (karantina diri), dengan melakukan pekerjaan, belajar, dan beribadah di rumah dinilai paling efektif dalam menekan potensi penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19.

Yang lebih memprihatinkan, masih banyak ditemui masyarakat yang malah memanfaatkan momentum ini sebagai bentuk liburan. Hal ini sangat disayangkan semua pihak, karena yang seharusnya pencegahan melalui social distancing atau jarak interaksi antar sesama dibatasi menjadi terabaikan. 

Komika Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra atau dikenal dengan Bintang Emon mengkritisi perilaku masyarakat Indonesia yang seakan acuh. Ia memposting video bertajuk #DPOCorona. 

DPO sendiri merupakan konten rutin miliknya yang berarti Dewan Perwakilan Omel-Omel. Konten tersebut rata-rata berisi pembahasan dan kritik atas isu-isu terbaru atau yang menjadi perhatian publik.

Kali ini, melalui #DPOCorona yang dia posting di twitter ia mengajak masyarakat Indonesia untuk patuhi aturan social distancing.

"Izin, menyampaikan pesan bersama melalui DPO," cuitnya.

Dalam video berdurasi 2.20 menit yang diposting melalui akun twitter @bintangemon, ia awali dengan memberikan imbauan bagi orang-orang yang memang harus menjalani pekerjaan di luar rumah.

"Yang masih memiliki kewajiban untuk pergi ke luar rumah mohon hati-hati kesehatannya di jaga," ucapnya.

Namun, berikutnya ia mengkritisi begitu banyaknya seseorang yang menanggapi kemunculan virus Corona seakan dengan santai. Yaitu, masih ditemuinya kalimat dari orang-orang yang menyatakan 'nyawa kita di tangan Tuhan'.

Menurut dia, memang benar jika urusan nyawa seseorang ada di tangan Tuhan. Namun sebagai manusia, maka harus juga diimbangi dengan usaha.

Kemunculan wabah pandemic Covid-19 ini tidak bisa dianggap remeh. Karenanya setiap orang harus benar-benar mau ikut terlibat melakukan pencegahan.

"Dan untuk teman-teman ku yang masih suka bilang 'ehlah Tang santai aja nyawa kita di tangan Tuhan'. Wait paman Boboho, kalau emang itu prinsip ente noh lu jongkok di tengah jalan tol sambil bilang nyawa kita di tangan Tuhan, kalau nggak dicipok innova lu. Emang nyawa kita di tangan Tuhan, cuma kan harus usaha kitanya. Ada ikhtiar sebelum tawakal, nah makannya lu pas pelajaran agama jangan main qiu-qiu lu, kagak masuk di kepala lu," ungkapnya.

Memang persoalan meninggal tidaklah menjadi urusan manusia, tapi paling tidak lanjut dia jangan sampai menyusahkan yang ada di dunia hanya karena meremehkan virus Corona.

Misalnya, apabila memang harus meninggal karena terjangkit virus itu paling tidak ketika ada kewaspadaan maka orang lain yang terlibat akan memiliki antisipasi.

Sebab, jika tidak ada kewaspadaan itu orang yang notabene tidak mengetahui apapun malah akan tertular virus tersebut. Sehingga semakin menjadikan wabah ini tak kunjung terselesaikan, dan menyusahkan orang lain.

"Tapi gue gapapa Tang kalau meninggal.
Ya gue juga gapapa kalau elu meninggal, asal lu meninggal jasad lu nguap begitu, ngilang lah. Lu kalau meninggal karena ngeremehin Corona, yang lain bisa kena. Yang mandiin elu, yang nguburin elu, orang catering di tahlilan lu kena ya Alloh jahat banget lu. Dia nggak ngerti apa-apaan loh, cuma ngebungkusin lemper doang, kena. Beda cerita lalau lu sudah waspada, pasti ada penanganannya," jelas dia.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk mengikuti kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah. Jangan ada yang menganggap persoalan ini menjadi hal bercandaan. Semua orang diharapkan waspada termasuk mengetahui gejala awal dari virus ini.

"Kita juga kalau diarahin buat social distancing, yang bisa ngikutin ya nurut tolong. Ada orang batuk lu hindarin tuh, jangan ada yang batuk lu tegur, Batuk Pak Haji? Yah elu kena Corona lu.
Jangan sampai meninggal karena becanda. 
Udah ada porsinya masing-masing nih, dokter nyembuhin, pemerintah ngatur, kita pasien nurut sama arahan," tuturnya.

"Lu kalau pasien bandel, dokternya ngambek kita sembuhnya gimana bos. Lu masuk angin doang dikerokin beres, nah Corona, dikerokin yang ngerokin ikut Corona juga. Beda Corona mah, biar kata gejalanya batuk-batuk nih, lu minumin obat batuk, obat batuknya bingung, ya Alloh ini bukan jobdesk gue ini. Obat batuknya yang kena Corona tuh," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat Indonesia yang masih berlibur dengan mengunjungi keramaian atau tempat wisata untuk sebaiknya diurungkan. Dan bersama-sama melawan virus Corona agar bisa segera terselesaikan.

"Udah di rumah dulu, liburan nanti-nanti mah bisa. Lu nggak ke mal sekarang tuh gapapa, itu mal nggak bakalan berubah jadi kantin enggak. Lu nggak ke puncak sekarang juga puncak nggak bakal jadi pendek, tetap aja kita kalai kesono nanjak-nanjak juga. Ayo mari kita sama-sama lawan Corona," ungkapnya.

Saat berita ini ditulis, #DPOCorona nangkring di deretan trending twitter pagi ini. Banyak dari warganet yang merasa terhibur dan apa yang diposting Bintang Emon memang benar masih terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia. Artinya, kesadaran akan melakukan pencegahan masih dirasa minim.

<