Surat edaran bupati Tulungagung tentang perubahan jam kerja ASN. (ist)
Surat edaran bupati Tulungagung tentang perubahan jam kerja ASN. (ist)

Pemkab Tulungagung terus melakukan langkah untuk menahan laju berkembangnya corona (covid-19). Setelah meliburkan sekolah,  meniadakan jam kunjungan di RSUD dr Iskak, hingga pembatasan layanan di sejumlah OPD pelayanan, Pemkab Tulungagung mengubah jam kerja ASN di lingkupnya menjadi 2 shift.

Jam kerja ASN dibagi 2 shift, pagi dan siang. Shift pagi masuk pukul 08.00-11.30 dan shift siang pukul 12.00-15.30 untuk Senin-Kamis.

Sedangkan Jum’at shift pagi dimulai pukul 07.00-10.30 dan shift siang 11.00-14.30. surat ini ditandatangani oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dan mulai efektif pada Jumat (20/3/20) besok hingga  29 Maret mendatang.

Beredarnya surat ini dibenarkan oleh Kabag Humas Protokol dan Hubungan Antar-Kepala Dinas Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro. “Unsur pengawas dan staf itu dibagi 2, ada yang masuk pagi dan masuk siang,” ujar dia.

Galih menilai keputusan yang dibuat bupati ini tepat lantaran saat ini banyak anak usia sekolah dari ASN yang diliburkan. Sehingga harus ada pengawasan kepada mereka.

Pengawasan yang dimaksud adalah agar anak tetap berada dalam rumah saat diliburkan dan tidak melakukan kontak sosial yang berakibat mempercepat penyebaran covid-19.

Pembagian jam kerja ini tidak berlaku untuk tingkat kabid dan kepala OPD. “Kalau kabid dan kepala dinas (OPD) masuk terus,” ucapnya.

Sedangkan untuk OPD yang bersifat pelayanan, mekanisme pembagian jam kerja akan ditaur oleh kepala OPD masing-masing. Meski demikian, ASN tetap melakukan absensi manual seperti biasanya di kantornya masing-masing.

Selain itu dalam edaran itu disebutkan agar ASN tidak melakukan perjalanan dinas baik dalam daerah, dalam provinsi maupun luar provinsi, terkecuali untuk urusan yang sangat penting dan mendesak.

ASN yang pulang dari perjalanan luar negeri dan atau memiliki risiko terinfeksi covid-19 diharapkan untuk melakukan medical check-up di rumah sakit.

Di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung. PLt Kepala Bapenda Sugiono menganggap pembagian jam kerja ASN itu tidak akan mengganggu pelayanan pembayaran pajak kabupaten melalui OPD-nya.

Dirinya mencontohkan untuk petugas pembayaran pajak ada 24 orang. Nantinya mereka akan dibagi 12 orang di shift pagi dan sisanya shift siang. “Nggak masalah. Kami bagi pagi dan siang,” ujar Sugiono.