Bupati Tulungagung Maryoto Birowo (Foto: Humas/ TulungagungTIMES)
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo (Foto: Humas/ TulungagungTIMES)

Selain meminta suluruh siswa di semua tingkatan, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo memberikan instruksi terkait kewaspadaan penyebaran virus Corona. 

Menurut Maryoto, di setiap Intansi, tempat wisata dan tempat ibadah serta tempat umum lain untuk warga yang menyelenggarakan hajatan juga wajib menyiapkan hand sanitizer.

"Kita sampaikan pada tiap intansi dan lembaga vertikal lain termasuk kepala desa dan camat agar bersama melakukan sosialisasi masalah ini," ujar Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Senin (16/03) pagi.

Kewajiban yang disampaikan itu menurutnya tidak dalam jangka panjang, namun selama mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang sudah dianggap adanya status siaga 1 di Tulungagung.

"Termasuk anak sekolah itu bukan diliburkan, tapi itu belajar di rumah. Aktivitas belajar mangajar kita alihkan ke online dan para pendidik harus bisa mengaplikasikan itu," terangnya.

Sedangkan untuk masyarakat yang rajin melaksanakan ibadah jamaah salat dan juga ibadah Jumat serta kebhaktian lain yang melibatkan orang banyak, bupati mengaku masih melakukan musyawarah dan belum memberikan solusinya.

"Untuk aktivitas peribadatan, kita masih bahas. Belum ada ketentuan bagaimana contohnya jika hari Jumat saat ibadah salat Jumat," kata Maryoto.

Namun, meski belum mempunyai kebijakan khusus yang disepakati antara pemerintah dan kelompok umat beragama, dirinya meminta agar tempat ibadah juga wajib menyiapkan hand sanitizer di pintu masuk.

"Termasuk yang sedang melaksanakan hajatan, kita wajibkan menyiapkan hand sanitizer itu," paparnya.

Selain itu, Maryoto juga meminta agar kesadaran masyarakat dalam menyikapi masalah Corona juga ditingkatkan dan tidak menimbulkan salah persepsi.

"Contohnya masalah salaman, kita sementara tidak berjabat tangan dan berangkulan tapi diganti dengan saling menunduk, kemudian salam di dada dan gerakan lain yang bisa sama-sama dimengerti," ungkap Maryoto.

Untuk kegiatan belanja seperti di mall dan pasar, bupati meminta masyarakat membatasi diri, namun bukan berarti menutup kegiatan di dalamnya. Dirinya akan meminta seluruh jajaran untuk mencari formula yang tepat dan dapat diterima masyarakat dan tidak merugikan salah satu pihak.

Meski beberapa kebijakan sementara diterapkan, bupati meminta agar aktivitas perekonomian di kota marmer tetap terjaga dan tidak perlu panik dan resah.

"Menjaga situasi, ekonomi kita tidak boleh terpengaruh. Bagi yang bekerja, silakan bekerja," pungkasnya.