Harga Tak Wajar, Pangusaha Apotek Memilih Tak Jual Masker | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Harga Tak Wajar, Pangusaha Apotek Memilih Tak Jual Masker

Mar 06, 2020 17:54
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju putih) dan Ketua DPRD, Marsono (baju batik) saat memeriksa sediaan masker di salah satu apotek (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju putih) dan Ketua DPRD, Marsono (baju batik) saat memeriksa sediaan masker di salah satu apotek (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Sejak merebaknya virus Corona (Covid-19) beberapa waktu lalu, keberadaan masker semakin sulit ditemukan. Kalaupun ada, maka harganya melambung. Lantaran harga yang tinggi, sejumlah penjual masker seperti apotek tak lagi menjual penutup hidung dan mulut itu.

Seperti diungkapkan oleh Yudha Chandra, pengusaha apotek yang memilih tak lagi menjual masker sejak kenaikan masker yang dianggapnya tak wajar.

“Gimana mau jual, kulaknya saja sudah tinggi,” ujar Yudha.

Pemilik 3 apotek di Tulungagung itu mengaku sudah tak menjual masker sejak awal Februari lalu.

Sebelum merebaknya Covid-19 harga masker berada di kisaran Rp 25 ribu per kotak isi 50 lembar. Namun sejak merebaknya covid-19 harga pembelian masker dari distributor menjadi Rp 250 ribu per kotak.

Jika memaksa membeli masker dengan harga Rp 250 ribu perkotak, otomatis dirinya akan menjual di atas harga pembelian dari distributor.

“Kalau saya melihat naiknya sudah enggak wajar,” terang pria tambun itu.

Lain halnya dengan Yudha, Susiani pemilik apotek di jalan Diponegoro, Tulungagung masih menjual masker, meski dengan harga yang relatif tinggi. Di apoteknya masih ada stok masker.

Susiani mengaku dirinya memperoleh masker seharga Rp 125 ribu dari distributor dan menjualnya dengan harga Rp 200 ribu per kotak.

“Kita dapatnya sudah tinggi, kita jualnya 200 ribu per kotak,” ujar Susiani.

Namun kondisi berbeda ditemui di Apotek Kimia Farma di Jalan Pahlawan Tulungagung. di apotek berjaringan ini sudah tidak ditemui masker. Banyak warga yang mencari namun stoknya masih kosong.

“Masih kosong,” ujar Apoteker Kimia Farma, Tri Ulfa Rahmatia itu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya